PC KMHDI Bandar Lampung : Mahasiswa Bandar Lampung Tolak Rencana Kenaikan Harga BBM

Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembela Aspirasi Rakyat (Gempar), yang terdiri dari KMHDI, LMND, GMNI, PMKRI, FMN, BEM Unila, BEM Umitra, BEM STAH Lampung, BEM IBI Darmajaya, dan UKMBS UBL. Melakukan Aksi Menolak Kenaikan Harga BBM di Tugu Adipura, Senin 10 November 2014.

BBM sangatlah vital bagi kehidupan rakyat. Pemerintah harus memberi subsidi untuk menekan dan menstabilkan harga BBM agar terjangkau. Tapi pemerintah Jokowi-JK justru akan menaikan, dan beralasan subsidi tidak tepat sasaran serta sangat membebani APBN. Pengurangan subsidi BBM akan dialihkan kesektor lain yang butuh percepatan yakni pembangunan infrasturktur, pertanian, kesehatan, dan pendidikan. Hal berbeda disampaikan ekonom Ichsanuddi Noorsy, bahwa jika harga BBM subsidi dinaikan harga BBM Rp.1000/liter saja inflasi akan naik 1,43% dan justru laju presentase kemiskinan juga akan naik 0,41%. Artinya akan ada penambahan rakyat miskin 1,6 juta jiwa. Jadi, jika pemerintah menaikan harga BBM Rp.3000/liter maka penambahan presentase rakyat miskin menjadi 1,23% atau sekitar 4,8 juta jiwa masyarakat miskin. Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, pada bulan maret 2014 jumlah produk miskin di Indonesia mencapai 28,28 juta orang atau sekitar 11,25%. Ini berarti jika kenaikan BBM dilakukan akan ada 33,08 juta jiwa rakyat miskin di Indonesia.

http://kmhdi.files.wordpress.com/2014/11/lampung.jpg

Berdasarkan orasi politiknya I Made Suteja (Ketua PC KMHDI Bandar Lampung), kenaikan harga BBM hanya akan menyengsarakan rakyat kecil saja. Dampak langsungnya adalah biaya transportasi naik. Hal itu akan dirasakan langsung oleh masyarakat baik yang menggunakan sepeda motor maupun yang sehari-harinya naik angkutan umum. Dampak lainnya, kenaikan harga BBM pasti akan diikuti dengan kenaikan harga kebutuhan pokok dan harga barang-barang lain. Sebab seluruh produk yang dibutuhkan masyarakat memerlukan BBM dalam pembuatan atau pengangkutannya. Jika ingin menambah APBN, masih banyak sektor lain yang bisa dijadikan fokus seperti Pajak perusahaan, menekan anggaran belanja pegawai, dan mengoptimalkan asset-asset yang dimiliki negara agar diolah oleh Badan Usaha milik Negara.

Dalam aksi ini Gerakan Mahasiswa Pembela Aspirakyat (GEMPAR) memiliki 12 tuntutan dalam yaitu:
1. Tolak Kenaikan BBM!
2. Cabut UU Migas No.22 Tahun 2001 dan UU Minerba No.4 Tahun 200!
3. Naisonalisasi asset-asset asing untuk kepentingan Nasional!
4. Tegakkan system pengelolaan energy Nasional yang pro rakat!
5. Laksanakan Reforma agraria sejati!
6. Hentikan liberalisasi, privativasi, dan komersial pendidikan!
7. Cabut UU Pendidikan Tinggi No.12 Tahun 2012!
8. Naikan UMR buruh dan pemenuhan hak-hak buruh!
9. Hentikan kriminalisasi terhadap aktivis demonstran!
10. Tegakan amanat Tri sakti yang sakti!
11. Perhatikan dan tingkatkan kesejahteraan veteran!
12. Laksanakan Pasal 33 UUD 1945!

Komentar Anda