PC KMHDI Bandar Lampung Peringati Hari Sumpah Pemuda dengan Membagikan Bunga Mawar

Aksi Damai PC KMHDI BANDAR LAMPUNG dengan KMHD UBL, UKM HINDU UNILA, HIDA TEKNOKRAT, PERMADU IBI DHARMA JAYA, PMHD STKIP PGRI, BEM STAH, DIVISI H POLTEKKES membagikan “Bunga Mawar dan Selembaran” untuk pengguna jalan Tugu Adipura, Bandar Lampung, Selasa 28 Oktober 2014. (10.00-12.00 WIB)

Pengguna jalan Tugu Adipura Bandar Lampung mendapatkan setangkai bunga mawar dan ucapan hari sumpah pemuda oleh Mahasiswa Hindu Bandar Lampung. Aksi ini dilakukan adalah untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa pemuda merupakan inisiator banyak peristiwa penting yang menentukan nasib bangsa Indonesia. Pergerakan Budi Utomo (1908), Sumpah Pemuda (1928), proklamasi kemerdekaan (1945), sampai dengan pergerakan mahasiswa untuk memperjuangkan reformasi (1998) adalah deretan peristiwa penting yang pelopori oleh pemuda.

http://kmhdi.files.wordpress.com/2014/10/sumpahpemudalampung2.jpg

Saat ini sebagian pemuda Indonesia terjebak dalam romantisme historis kegemilangan peran pemuda dalam sejarah bangsa. Peristiwa atau momen bersejarah yang melibatkan pemuda di dalamnya diperingati dan dijadikan bahan pembicaraan tanpa tahu harus melakukan apa. Sementara itu, sebagian pemuda lainnya terjebak dalam kenikmatan surga dunia :Kemewahan, kesenangan, pesta pora dan hura-hura menjadi keseharian mereka. Tanpa pernah peduli dengan kondisi bangsa.
Dalam benak masyarakat dimana pemuda saat ini?, apakah pisau mereka sudah tumpul karena kenikmatan yang saat ini mereka dapatkan. Dalam satu sisi mereka berada dipersimpangan jalan, banyaknya tugas kuliah/sekolah, banyaknya hiburan yang lebih menyenangkan, dalam hal ini banyak keraguan yang ditujukan kepada pemuda saat ini. Masih Pantaskah Pemuda sekarang dianggap sebagai agen perubahan?.

Walaupun di era-reformasi ini, pergerakan pemuda tidak bisa disamakan dengan pemuda pada zaman pra kemerdekaan. Pada masa itu pemuda membawa semangat persatuan untuk perang melawan penjajah, namun dimasa ini musuh pemuda adalah kapitalisme yang merongrong kesejahteraan bangsa Indonesia dan liberalisme yang menghancurkan identitas dan budaya lokal bangsa indonesia. Selain itu, hari ini bangsa Indonesia dihadapkan dengan permasalahan antar bangsa Indonesia sendiri. Hari ini, bangsa Indonesia lebih mementingkan kepentingan kelompoknya masing-masing dibandingkan memikirkan kepentingan negeri ini. Hal ini yang melunturkan makna persatuan yang tertuang dalam sumpah pemuda.

Hari ini seluruh pemuda harus mulai membuka mata, pikiran dan hatinya kalau ingin cita-cita luhur bangsa Indonesia terwujud. Seluruh pemuda baik dari propesi atau kelompok apapun, yang masih mengaku bagian dari bangsa Indonesia harus ikut andil mengambil posisi sebagai agen perubahan dan pemulihan semangat persatuan untuk membangun bangsa Indonesia.

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai