Flashback ke Mahasabha IX KMHDI di Surabaya

Surabaya, 28 Agustus 2014. Tidak terasa sudah 2 tahun kepengurusan Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) periode 2012-2014, maka sesuai dengan amanah dalam Mahasabha VIII PP KMHDI harus melaksanakan kegiatan Mahasabha IX atau Kongres ke IX. Atas dasar itu maka pada tanggal 28 s/d 31 Agustus 2014 dilaksanakan kegiatan Mahasabha IX di Kota Surabaya. Kegiatan Mahasabha IX ini mengambil tema “Menggadang Pemimpin Negarawan” yang bertujuan untuk melakukan segala perubahan mengenai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta peraturan – peraturan lain yang perlu di tetapkan di Mahasabha atau Kongres nasional ini. Selain itu hal yang terpenting dari Mahasabha adalah terpilihnya Presidium dan Pengurus PP KMHDI periode 2014-2016.

Pada hari pertama, 28 Agustus 2014 dilakukan acara pembukaan yang berlangsung di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Timur (Pak Soekarwo) dan dihadiri oleh berbagai unsur lembaga Mahasiswa, Kepemudaan, Kelembagaan Hindu dan dari unsur Tokoh Masyarakat Jawa Timur. Pembukaan dihadiri oleh sekitar 200 orang peserta yang berasal dari perwakilan 13 Pimpinan Daerah, 21 Pimpinan Cabang dan 1 Komisariat KMHDI seluruh Indonesia. Acara pembukaan juga dirangkaikan dengan Testemoni Kebangsaan yang dibawakan oleh Gubernur Jawa Timur dengan post_title Ekonomi Kerakyatan, dibawakan juga oleh Walikota Denpasar serta Perwakilan dari FA KMHDI. Dalam testemoninya Pak De Karwo, panggilan akrab Soekarwo mengajak KMHDI untuk ikut mengkritisi kebijakan pemerintah terutama dalam hal perekonomian.

Setelah acara pembukaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Kongres atau persidangan yang berlangsung pada 29 s/d 30 Agustus 2014 di Aula Departemen Agama Kanwil Jawa Timur. Bebagai keputusan telah dihasilkan dalam persidangan tersebut salah satunya adalah diputuskannya jumlah Presidium untuk periode 2014-2016 yaitu sebanyak 3 orang dari periode sebelumnya yang berjumlah 5 orang. Awal mulanya untuk tercapai keputusan ini dilakukan loby, namun karena tidak juga menemukan jalan keluar maka langkah voting terbuka pun harus di ambil yang menghasilkan sebagian besar PD/PC mengharapkan agar Presidium berjumlah 3 orang. Dengan berdasarkan keputusan itu maka setelah dilakukan pemilihan langsung terpilihlah 3 nama yang mendapat suara terbanyak sekaligus terpilih sebagai Presidium PP KMHDI periode 2014-2016, yaitu:
1. Putu Surya Adnyana (31 suara)
2. Eka Saputra (17 suara), dan
3. Ni Made Betariani Saraswati (16 suara)

http://kmhdi.files.wordpress.com/2014/09/artikel-3.jpg

Dengan terpilihnya 3 Presidium KMHDI serta dilantiknya komposisi kepengurusan PP KMHDI periode 2014 -2016 maka berakhir pula kegiatan persidangan Mahasabha IX. Namun rangkaian Mahasabha IX tidak hanya sampai disitu sebab tanggal 31 Agustus 2014 dilakukan Tirta Yatra ke Pura Kerta Bumi Kabupaten Gresik yang bertujuan untuk meningkatkan bakti serta sradha Kader KMHDI dan melihat langsung kondisi keumatan dari umat Hindu Lokal di Kabupaten Gresik.

Bertolak dari tempat penginapan, peserta disambut langsung oleh Tokoh Umat, PHDI Kabupaten Gresik, Anggota DPRD Kabupaten Gresik di Pura Kerta Bumi. Serta disuguhkan dengan hidangan makan siang yang nikmat seakan memaksakan peserta untuk melupakan segala kelelahan yang dialami selama mengikuti persidangan. Tidak sampai disitu, setelah persembahyangan bersama peserta juga disambut dengan tari – tarian serta gamelan yang menggambarkan budaya Kabupaten Gresik yang dimainkan oleh anak – anak yang masih lucu dan penuh ceria. Setelah bersama – sama menikmati tarian yang mengagumkan dari anak – anak Pasraman, bersama – sama pula diadakan acara dharma tula yang dibawakan langsung oleh Pak Sarji selaku Tokoh Umat Hindu di Gresik, PHDI Kabupaten Gresik serta Anggota DPRD Kabupaten Gresik bapak Wongso Negora yang merupakan anak dari pendiri Pura Kerta Bumi. Setelah asyik mendengarkan cerita mengenai sejarah dan perjuangan umat Hindu di Kabupaten Gresik bersama – sama peserta melakukan penanaman pohon di areal Pura Kerta Bumi.

http://kmhdi.files.wordpress.com/2014/09/artikel-2.jpg

Dengan berakhirnya acara Tirta Yatra di Pura Kerta Bumi Gresik maka berakhir pula seluruh rangkaian kegiatan Mahasabha IX KMHDI di Kota Surabaya. Maka tugas selanjutnya dari para kader KMHDI adalah melanjutkan perjuangan dan melaksanakan Dharma Agama serta Dharma Negara di daerahnya masing – masing untuk terwujudnya kader KMHDI yang berjati diri Religius, Humanis, Nasionalis dan Progresif.

Maka melalui kesempatan ini juga, Pihak PP KMHDI dan Panitia Pelaksana mengucapkan terima kasih yang setulus – tulusnya atas partisipasi dan dukungan berbagai pihak dalam menyukseskan kegiatan Mahasabha IX ini di Surabaya. Semoga Hyang Widhi Wasa selalu merestui Karma Yoga kita. (PNG/DDI)

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai