Lomba Karya Tulis Mahasiswa 2014

Menjelang Pilpres 2014 pada 9 Juli mendatang , wacana mengenai siapa yang kompeten memimpin Indonesia lima tahun ke depan menjadi topik hangat tidak hanya dikalangan elite politik dan akademisi bahkan wacana ini menjadi sarapan sehari-hari wong cilik di warung kopi, warteg, pos ronda, dan tempat perkumpulan yang lain. Berbagai forum akademis pun sudah digelar untuk membahas siapa yang lebih berkopeten untuk Indonesia dengan berbagai permasalahan yang sedang dihadapi bangsa ini. Namun tidak sedikit juga dari mereka yang memilih apatis dan tidak mau ambil pusing dengan hiruk pikuk pesta demokrasi ini. Bahkan sebagian dari mereka berpendapat, siapapun Presidennya mereka tetap jadi buruh, kerja keras banting tulang tanpa ada perubahan menuju kehidupan yang lebih layak.
Sebagai salah satu komponen bangsa, mahasiswa memiliki tugas di garda terdepan dalam tataran pendidikan, usia, pemikiran dan tingkatan akademis yang dijalaninya. Sejauh mana mahasiswa mampu menyikapi dan menawarkan solusi terhadap permasalahan yang sedang menghangat di lingkungan masyarakatnya menunjukan tingkat kebijaksanaannya. Tentunya mahasiswa tidak hanya harus memikirkan dirinya sendiri tanpa peduli dengan nasib Bangsanya.
Banyak permasalahan bangsa yang harusnya menjadi perhatian mahasiswa. Salah satu masalah yang dihadapi oleh masyarakat indonesia adalah masalah kesejahteraan. Terlihat sangat sederhana jika dilihat dari indikator sejahtera, yaitu cukup sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan. Namun pada prakteknya sampai sekarang masalah ini belum clear. Presiden selaku pemimpin nasional saat ini belum mampu menyelesaikan permasalahan tersebut. Selain masalah kesejahteraan, masalah korupsi semakin menjadi-jadi, pengusaan kekayaan negara oleh pihak asing pun tidak kalah banyaknya. Beberapa masalah tersebut di atas hanya sebagian kecil dari sekian masalah yang ada. Alih-alih fokus mengurus negara, presiden dan para anggota kabinetnya sibuk mengurus partai politik, dengan menjadi ketua atau pengurus inti dari partai politik. Padahal, rakyat mendambakan pemimpin yang negarawan, bukan sekedar sebatas politisi.
Berdasarkan pemikiran di atas Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia sebagai bagian dari komponen bangsa mengajak mahasiswa di seluruh Indonesia menuangkan ide, gagasan dan pemikirannya sebagai wujud nyata pelaksanaan tanggung jawabnya sebagai agen of change dan agen of control melalui tulisan dengan tema “Menggadang Pemimpin Negarawan”.

http://kmhdi.files.wordpress.com/2014/05/formulir-pendaftaran.docx

Komentar Anda