KMHDI SULAWESI UTARA PUNYA PEMIMPIN BARU

Sulawesi Utara, Lokasabha VI PD KMHDI (Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia) Sulawesi Utara dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2013 bertempat di Pura Jagadhita Taas. Kegiatan ini merupakan permusyawaratan tertinggi di PD KMHDI Sulawesi Utara bertujuan untuk meminta laporan pertanggungjawaban pengurus PD KMHDI Sulawesi Utara periode 2011-2013 dan memilih pengurus baru PD KMHDI Sulawesi Utara Periode 2013-2015.
Lokasabha ini dihadiri oleh Presidium PP KMHDI, Ketua PD KMHDI Sulawesi Utara, Pembimas Hindu Sulawesi Utara, PHDI Sulawesi Utara dan Kota Manado, Ketua DPP PERADAH Sulawesi Utara, Ketua Yayasan Dharma Sedhana dan Ketua Yayasan Pasraman Pura Jagadhita, perwakilan UKM Hindu di Minahasa dan tentunya seluruh anggota aktif PD KMHDI Sulawesi utara. Presidium KMHDI I Ketut Nata S,Ag dalam sambutannya mengatakan bahwa diperlukan perjuangan yang panjang, dibutuhkan pembuktian. Kehormatan adalah masalah perjuangan, tidak ada kehormatan yang datang begitu saja. Kehormatan datang dari rangkaian prestasi, pertanggungjawaban dan kemampuan memikul kepercayaan. Konsistensi perjuangan dan daya tahan adalah sumber kehormatan. Dan yang paling penting, sebelum memperoleh penghormatan dari orang lain, pertama-tama kader KMHDI (dan juga KMHDI) harus belajar untuk menghormati diri sendiri. Sebelum orang lain menghormati eksistensi kita, terlebih dahulu hormatilah diri kita sendiri dengan cara bertanggungjawab, melaksanakan kepercayaan, berprestasi, dan menunjukkan daya tahan dalam berbagai situasi, hanya dengan cara ini kader-kader KMHDI (dan juga KMHDI) dapat menegakkan kepala, berani menantang jaman sebagai orang dan organisasi yang eksistensinya diakui oleh orang lain. Mimpi indah KMHDI seperti tersebut di atas hanya bisa diwujudkan oleh kader-kader yang memiliki loyalitas yang tinggi terhadap KMHDI dan Hindu pada umumnya. Ketika kader-kader KMHDI memeras keringat demi terwujudnya mimpi KMHDI sesungguhnya pada saat itu juga kita sedang mewujudkan diri kita, sedang menggembleng diri kita untuk menjadi orang–orang yang mampu menciptakan sejarahnya sendiri dan tidak hanya menjadi buih-buih dari derasnya arus sejarah.
Sementara itu Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama RI, I Nengah Kokog, S.Ag, M.Si, yang membuka acara Lokasabha VI PD KMHDI Sulawesi Utara mengatakan bahwa para pemuda adalah tombak perjuangan karena sepuluh tahun kedepan pemuda-pemuda yang didepan saya inilah yang akan menjadi pemimpin dan memimpin, baik nantinya menjadi pemimpin di dalam keluarga, Masyarakat bahkan mungkin Negara namun yang paling mulia sesunguhnya adalah dapat memimpin diri kita dalam jalan ajaran dharma karena landasan seorang pemimpin yang besar hanya pada dharma, dalam ajang lokasabha VI marilah pemuda hindu bangkit dan berjuang untuk perkembangan dharma negara dan dharma agama dan siapapun yang nantinya melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di KMHDI saya harapkan dapat tetap bisa membagun organisai kmhdi menjadi lebih baik dan lebih eksis lagi tidak hanya dalam organisasi internal maupun eksternal, bagun kerjasama yang baik dengan sesama teman, sesama organisasi kepemudaan Hindu biar semakin kokoh perjuangan Hindu kedepan.
Setelah melalui proses persidangan selama satu hari, akhirnya terpilihlah pengurus PD KMHDI Sulawesi Utara periode 2013-2015, di mana ketua terpilih adalah Ni Nyoman Puspitasari, Sekretaris I Dewa Ayu Raka Sriratna dan bendahara Agung Made Yuni Setyawati.
Acara Lokasabha ini diakhiri dengan serah terima jabatan antara ketua lama Wayan Erawan, S.Ked dengan Ketua baru Ni Nyoman Puspitasari dan Penyerahan Atribut Kesekretariatan KMHDI oleh Sekretaris lama I Dewa Ayu Made Indrayani, SKM kepada Sekretaris baru I Dewa Ayu Raka Sriratna. Selanjutnya pengurus PD KMHDI Sulawesi Utara periode 2013-2015 dilantik langsung oleh Presidium Pimpimnan Pusat KMHDI.

Komentar Anda