Lokasabha X PD KMHDI Sulawesi Selatan

Salah satu indicator organisasi dikatakan sehat jika pergantian estafet kepemimpinan terlaksana tepat waktu. Hal inilah yang sudah dilaksanakan oleh PD KMHDI Sulawesi Selatan, sehingga pada tanggal 5 Mei 2013 ditetapkan sebagai hari untuk melakukan Lokasabha yang ke sepuluh. Pelaksanaan Lokasabha dilaksanakan di gedung Vyata Satya Dharma Pura Giri Natha Makassar. Hadir dalam acara pembukaan Ketua PHDI, Ketua WHDI, DPP Peradah Sulawesi Selatan dan DPK Peradah Makasar. Alumni pun tidak pernah absen untuk mendampingi kader-kader KMHDI dalam acara ini.

Gede Kusna selaku Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan kegiatan Lokasabha ini terlaksana berkat dukungan dari berbagai pihak termasuk PHDI, WHDI, Peradah Indonesia, Krama Banjar dan seluruh kader Mahasiswa Hindu. Meskipun PD KMHDI Sulsel berjalan terseok-seok akibat ditinggal oleh ketuanya namun tetap bisa eksis dan berkontribusi untuk umat . Hal ini yang disampaikan oleh Galih Ayuningrum selaku Plt Ketua. Kehilangah ketua membuat kader seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Kondisi seperti ini tidak diinginkan terjadi untuk periode berikutnya sehingga dibuat metode baru untuk pemilihan ketua yang sudah berjalan satu bulan sebelum lokasabha ini dilaksanakan. PD KMHDI Sulsel membentuk Tim Independent yang bertugas untuk menjaring, menyeleksi sampai pada debat calon ketua periode selanjutnya.

Ketua PHDI Sulsel sangat mengharapkan kepengurusan yang akan dihasilkan dalam Lokasabha ini bisa lebih menunjukkan eksistensi KMHDI di Sulawesi Selatan. Sebagai organisasi Mahasiswa Hindu level Nasional KMHDI mestinya lebih peka terhadap permasalahan keumatan yang ada di Indonesia terutama di Sulawesi Selatan. Ketua PHDI dalam sambutannya juga menyampaikan contoh keaktifan KMHDI di Palopo dan Kalimantan Tengah yang patut di contoh oleh PD KMHDI Sulawesi Selatan. “Kalau mereka bisa kitapun pasti bisa”. Ucap PHDI menutup Sambutannya.

Eksfektasi dari Ketua PHDI SulSel di tekankan lagi dalam sambutan yang disampaikan oleh Presidium PP KMHDI. Eksistensi dan mimpi KMHDI hendaknya selalu diusahakan dan dijadikan sebagai mimpi bersama seluruh kader. Mimpi Hebat KMHDI tinggal hanya mimpi jika tidak dieksekusi oleh kader-kadernya. “Pilihan untuk mewujudkan mimpi atau meniadakan eksistensi KMHDI ada di tangan kader-kadernya,” ungkap Presidium mengakhiri sambutannya sekaligus membuka Lokasabha X PD KMHDI Sulawesi selatan secara resmi.

Acara Selanjutnya diisi dengan break dengan sajian dari “Mr. Cress Band” yang merupakan Band bentukan kader KMHDI Sulsel. Sembari undangan break, panitia mempersiapkan perangkat persidangan. Persidangan dimulai tepat pada pukul 11.00 Wita. Jumlah kader yang hadir dalam persidangan lebih banyak dibandingkan pada waktu pembukaan. Hal ini bisa dimaklumi karena banyak kader yang kostnya jauh dari lokasi acara dan ada juga kader yang masih mengikuti praktek di kampusnya. Persidangan berjalan lancar dan kondusif, meskipun sempat terjadi perdebatan yang panjang mengenai hak dipilih dan memilih yang dibahas di Tatib. Peserta sidang yang dimotori oleh salah satu alumni yang ikut persidangan mengkritisi tertutupnya kesempatan untuk munculnya calon ketua selain ketiga calon (Wirat, Pudar dan Gede Wijaya) yang sudah ditetapkan oleh tim independent sebelumnya. Kesenjangan ini akhirnya disepakati diberlakukan perkecualiaan dan ada perbaikan untuk kedepannya. Perdebatan juga terjadi pada saat pembahasan Struktur organisasi. Sebagian peserta merasa sangat penting adanya wakil ketua di PD KMHDI Sulawesi Selatan agar bisa memback Up ketua jika situasi kepengurusan yang kemarin terulang. Hal inipun berhasil dijembatani dengan penyampaian presidium bahwasanya etika berorganisasi adalah taat peraturan. Aspirasi adanya wakil ketua bisa disampaikan dan diperjuangkan pada saat Mahasabha, sebagai langkah yang lebih elegan.

Pemilihan Ketua dilaksanakan dengan pencoblosan pada tempat yang sudah disiapkan oleh panitia. Hasil akhir dari penghitungan suara menempatkan Wirat sebagai ketua periode 2013-2015 dengan jumlah suara 33 suara mengungguli Pudar dengan 17 suara dan Gede wijaya dengan 3 suara.

Lokasabha X PD KMHDI Sulawesi Selatan diakhiri dengan pelantikan pengurus baru periode 2013-2015. Suasana sacral tampak kental dalam acara pelantikan terlihat dari pemercikan tirta dan pemasangan benang tri datu yang merupakan pemberian Ida Anak Lingsir sebagai satu-satunya Pandita di Makasar. Ida Anak Lingsir berharap agar kepengurusan yang baru ini bisa lebih baik dari kepengurusan yang lain.

Acara yang tidak diduga-duga yang tidak termasuk dalam agenda kegiatan Lokasabha adalah pemberian kejutan kepada Presidium yang tanggal 3 Mei lalu berulang tahun. Suasana kehangatan keluarga tampak sangat kental dalam acara itu.

Komentar Anda