“Potong Tumpeng” sebagai Khas dalam Perayaan Nyepi PD KMHDI SUMSEL

Jika manusia semasa hidup di dunia dan akhirat pengikut setianya adalah “karma”, sama halnya dengan PD KMHDI SUMSEL dalam melaksanakan kegiatan besar selalu ada ”Potong Tumpeng” begitulah perumpamaan yang tepat untuk PD KMHDI SUMSEL yang selalu di selingi dengan acara potong tumpeng dan makan bersama di setiap perayaan Nyepi, tepatnya saat Ngembak Geni. Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia ( KMHDI ) adalah organisasi Mahasiswa Hindu yang diakui secara nasional. Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia ( KMHDI ) juga merupakan tempat pelatihan mahasiswa untuk berorganisasi, sehingga dapat mengetahui bagaimana cara berorganisasi yang baik dan bisa bermasyarakat dengan warga sekitar. Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia ( KMHDI ) sadar bahwa untuk membentuk kader yang berkualitas, program kaderisasi KMHDI harus diarahkan pada pembentukan kader yang memiliki pemikiran yang berkualitas, inovatif dan bersinambungan.
Dengan demikian Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Sumatera Selatan (PD KMHDI SUMSEL) menitik beratkan pada kegiatan – kegiatan pengkaderan yang dikemas dengan selalu menampilkan ciri kas nya yaitu “Potong Tumpeng”. Karena kegiatan pengkaderan yang selalu identik dengan materi – materi dan teori-teori yang membuat anggota  malas dan jenuh. Sehingga dengan adanya kegiatan potong tumpeng kita bisa me-reffresh kejenuhan dalam suatu kegiatan dan menjadikan  sebagai persuator bagi anggota. Kesuksesan kegiatan bukan saja dilihat dari jumlah anggota yang datang atau dilihat dari hebatnya narasumber yang memberi materi. Namun kesuksesan itu dilihat bagaimana keaktifan para anggota untuk selalu bertanya dan memunculkan ide-ide kreatif serta bagaimana kenyamanan anggota yang ada dalam suatu kegiatan. Untuk menciptakan kenyaman dan mempunyai gaya tarik tersendiri di dalamnya suatu kegiatan Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Sumatera Selatan (PD KMHDI SUMSEL) selalu menampilkan hal- hal yang baru dan unik untuk meningkatkan minat anggota, agar datang dalam setiap acara. Dengan demikian, PD KMHDI SUMSEL selalu meng-cover kegiatannya dengan Potong Tumpeng.
 Potong tumpeng merupakan tradisi Hindu Jawa kuno yang kini mulai hilang dan dilupakan masyarakat. Sebenarnya tradisi ini adalah tradisi nenek moyang kita yang ada di Jawa yang seharusnya kita lestarikan. Namun karena masyarakat modern seperti sekarang ini sudah mengalami pergeseran pemahaman tentang nasi dan potong tumpeng, sehingga potong tumpeng mulai ditinggalkan oleh masyarakat. Selain pergeseran pemahaman tersebut, potong tumpeng mulai dilupakan karena dianggap kuno dan jadul (jaman dulu), apalagi di jaman sekarang kegiatan besar atau hari peringatan masyarakat lebih senang menggunakan kue tar atau kue bolu yang membuat masyarakat menjadi peraktis, cepat, dan mewah.
Melihat dari beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan, kegiatan yang ada potong tumpengnya adalah kegiatan yang paling diminati oleh angngota KMHDI untuk hadir dalam suatu kegiatan. Sehingga potong tumpeng yang berwarna kuning boleh dikatakan ciri khas dari perayaan Nyepi Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Sumatera Selatan (PD KMHDI SUMSEL), yang dimana tumpeng itu mempunyai makna sebagai berikut:
  • Tumpeng yang menjulang tinggi seperti gunung mempunyai arti bahwa KMHDI SUMSEL mempunyai nilai keagung dan keyakinan terhadap Ida Sang Hyang Widhi.
  • Warna kuning melambangkan kesejahteraan dan kesuburan setiap anggota yang hadir dalam acara KMHDI SUMSEL.
  •  Disusun oleh buliran-buliran beras yang indah melambangkan anggota KMHDI SUMSEL mempunya anggota yang bernilai jual  tinggi dan dari daerah asal yang berbeda-beda.
  •  Sayur-sayuran dan lauk pauk melambangkan bahwa KMHDI SUMSEL mampu memberikan kontribusi positif dan mengadakan perubahan dimana para kader  berada.
Sehingga selain sebagai persuator bagi anggota PD KMHDI SUMSEL untuk selalu aktif dalam melaksanakan kegiatan, hal tersebut juga menjadi cover dalam perayaan Nyepi dan sudah menjadi khas PD KMHDI SUMSEL. Potong Tumpeng yang kini mulai dilupakan oleh masyarakat kebanyakan, justru menjadi Tranding Topic dalam setiap pelaksanaan kegiatan PD KMHDI SUMSEL. Dengan demikian, ini merupakan langkah kecil PD KMHDI SUMSEL untuk mengingatkan dan membangkitkan  serta melestarikan kembali budaya kuno  yuitu “Potong Tumpeng”. Karena kegiatan ini adalah bagian dari kearifan lokal (local genius) yang harus kita lestarikan dan kita kembangkan.
 
Nama                                       : Putu Surya Adnyana
Tempat/Tgl Lahir                    : Oku, 21 April 1990
Jenis Kelamin                          : Laki-Laki
Utusan                                     : PD KMHDI Sumatera Selatan
No. Anggota                           : 201100001
Alamat Sekretariat                  : Pura Agung Sriwijaya, Jln. Seduduk Putih No. 19 Palembang
Perguruan Tinggi                     : Universitas Sriwijaya
Alamat Perguruan Tinggi        : Jln. Palembang-Prabumulih KM. 32 Indralaya
Fakultas/Jurusan                      : Hukum/Hukum Tata Negara
Nomor Induk Mahasiswa         : 02091001054
Handphone                               : +628 56 6483 6969
e-mail                                        : putusuryaa@yahoo.com
Komentar Anda