Nyepi di Indonesia Sebagai Sarana Pemersatu Masyarakat Multikulturalisme

Nyepi

Disini ku terbangun di hari ini..
Saat sang surya mulai bangkit dari peraduannya
Aku terdiam dalam sunyiku

Ini saatnya Nyepi
nyepi dari Nafsuku
nyepi dalam keinginanku
nyepi dari Perkataanku
nyepi dari duniaku

dan ini saatnya kupusatkan fikiranku
hanya KepadaMu penciptaku
Ini saatnya Nyepi
Kurenungkan kesalahan dan segala dosa-dosaku

Kuambil mawar putih tanda damai
Kupersembahkan kepadaMu
Kubagikan kepada Sesama, Kepada Alam Semesta
Dengan ketulusan hati

Yang tertinggal kini hanyalah damai dan cinta kasih
Saling sayang-menyayangi diantara sesama manusia
Saling menjaga dan mengasihi Alam
Dan menyatu padu pada Sang Maha Pencipta.

Nyepi di Indonesia
Sebagai Sarana Pemersatu Masyarakat Multikulturalisme
Indonesia adalah Negara yang memiliki berbagai macam budaya dan suku bangsa Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat dengan tingkat keanekaragaman yang sangat kompleks. Karena itulah masyarakat Indonesia disebut mayarakat multikultural. Multikulturalisme muncul akibat kondisi geografis Indonesia yang sangat luas dan terdiri dari banyak pulau dari sabang sampai merauke. Dimana setiap pulau itu dihuni oleh sekelompok manusia yang membentuk suatu masyarakat. Dari masyarakat inilah muncul berbagai macam kebudayaan, budaya tersebut berbeda antara satu dengan lainnya. Namun dalam keanekaragaman atau multikulturalisme tersebut juga berdampak pada dinamika masyarakat yang nantinya memunculkan konflik. Konflik di Indonesia sering terjadi ,hal ini dapat mengancam kesatuan dari bangsa Indonesia. Karena apabila konflik ini tidak dicegah maka bangsa Indonesia bisa terpecah belah. Ada berbagai macam cara untuk mengatasi konflik tersebut antara lain adalah saling menghormati keanekaragaman dan perbedaan, baik secara individu ataupun kelompok , menjalin kerja sama dan kebersamaan, dan hidup berdampingan secara damai dalam perbedaan. Sebenarnya kenekaragaman sendiri dapat disatukan melalui pendekatan agama dan budaya. Melalui Budaya kita dapat saling menjaga dan melestarikannya dengan jalan memberikan sarana untuk saling berkontribusi dalam menjaga budaya sehingga terciptanya rasa saling memiliki terhadap budaya tersebut. dan melalui agama peran dalam menjaga keharmonisan dalam berbangsa ditanamkan, karena setiap Agama tentu saja mengajarkan kepada umatnya untuk selalu berbuat baik dan benar serta saling menghargai satu sama lainnya. Salah Satu budaya yang dapat digunakan sebagai sarana pemersatu bangsa adalah Nyepi.
Jika kita mendengar kata nyepi pasti yang tersirat di dalam fikiran kita adalah suasana yang sunyi. Nyepi memang identik dengan hal tersebut, namun selama menjalankan nyepi tidak hanya suasana sepi saja yang dibutuhkan. Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap) yang merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan kalender Saka, kira kira dimulai sejak tahun 78 Masehi. Pada Hari Raya Nyepi ini, seluruh umat Hindu melakukan perenungan dan introspeksi diri untuk kembali menjadi manusia yang bersih , suci lahir batin. Hari raya Nyepi sebenarnya memiliki makna yang dalam karena dalam perayaan Hari raya nyepi manusia diajarkan untuk mawas diri, merenung sejenak dengan apa yang telah diperbuat dan dilakukan selama ini serta merencanakan hal yang lebih baik lagi dimasa yang akan datang dengan tidak lupa selalu bersykur dengan apa yang telah diberikan oleh sang Pencipta.
Dalam Pelaksanaan Hari raya Nyepi tidak hanya untuk meningkatkan kualitas diri dengan cara perenungan dan introspeksi diri, namun ada dua hal yang saling berkaitan pertama yaitu upacara untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung/macrocosmos (alam semesta), disini dapat terlihat bahwa pelaksanaan Nyepi tidak hanya untuk diri manusia sendiri tetapi juga untuk alam semesta. Nyepi sebagai salah satu hari besar Umat Hindu merupakan hari yang menjadi awal pergantian tahun Saka, yang tujuannya untuk menjaga kadamaian hidup, termasuk menjaga keseimbangan antara manusia dengan Sang Pencipta, antara sesama manusia dan manusia dengan alam lingkungannya. Dalam Pelaksanaan Ada beberapa serangkaian acara dalam pelaksanaan hari Raya Nyepi yaitu:
1.Upacara melasti, mekiyis dan melis dalam pelaksanaannya adalah penyucian bhuana alit (diri kita masing-masing) dan bhuana Agung atau alam semesta. Upacara ini dilakukan di pantai/segara Hal ini dilakukan karena untuk mendapatkan tirtha amerta (tirtha yang memberi kehidupan). Dalam Rg Weda II. 35.3 dinyatakan Apam napatam paritasthur apah (Air yang murni baik dan mata air maupun dan laut, mempunyai kekuatan yang menyucikan).
2. Menghaturkan bhakti/pemujaan di Balai Agung atau Pura Desa di setiap desa pakraman, setelah kembali dari melakukan upacaya melasti.
3. Tawur Agung/mecaru di setiap perempatan desa/pemukiman, lambang menjaga keseimbangan, meliputi keseimbangan buana alit, buana agung, keseimbangan Dewa, manusia Bhuta, sekaligus merubah kekuatan bhuta menjadi div/dewa (nyomiang bhuta) yang diharapkan dapat memberi kedamaian, kesejahteraan dan kerahayuan jagat (bhuana agung bhuana alit). Dilanjutkan pula dengan upacara ngerupuk/mebuu-buu di setiap rumah tangga, guna membersihkan lingkungan dari pengaruh roh-roh jahat/bhutakala. Dalam upacara Ngerupuk juga disertai dengan pawai ogoh-ogoh (symbol bhutakala) sebagai kreativitas seni dan gelar budaya.Pada pawai ogoh-ogoh ini banyak hal positif yang didapat selain sebagai pelestarian budaya pawai ogoh-ogoh juga dapat sebagai ajang keakraban bagi para truna-truni/muda-mudi karena dalam pembuatannya dibutuhkan kekompakan dan kerja sama.
4. Nyepi adalah titik puncak dari seluruh rangkaian upacara. Dalam Nyepi ini manusia dianjurkan untuk melaksanakan catur brata penyepian yaitu:
1. Amati Geni: Tidak menyalakan api serta tidak mengobarkan hawa nafsu.
2. Amati Karya: Tidak melakukan kegiatan kerja jasmani, melainkan meningkatkan kegiatan menyucikan rohani.
3. Amati Lelungan: Tidak berpergian melainkan mawas diri,sejenak merenung diri tentang segala sesuatu yang kita lakukan saat kemarin , hari ini dan akan datang.
4. Amati Lelanguan: Tidak mengobarkan kesenangan melainkan melakukan pemusat. Pikiran terhadap Sang Hyang Widhi. Hal ini mulai dilakukan pada saat fajar menyingsing sampai fajar menyingsing kembali keesokan harinya, selama (24) jam.
5. Ngembak Geni. Mulai dengan aktivitas baru yang didahului dengan mesima karma atau biasa disebut silaturahmi di lingkungan keluarga, warga terdekat (tetangga) dan dalam ruang yang lebih luas diadakan acara Dharma Santi.

Yadnya dilaksanakan karena kita ingin mencapai kebenaran. Dalam Yajur Weda XIX. 30 dinyatakan : Pratena diksam apnoti, diksaya apnoti daksina. Daksina sradham apnoti, sraddhaya satyam apyate.
Artinya : Melalui pengabdian/yadnya kita memperoleh kesucian, dengan kesucian kita mendapat kemuliaan. Dengan kemuliaan kita mendapat kehormatan, dan dengan kehormatan kita memperoleh kebenaran.
Pada intinya seluruh rangkaian Hari Raya Nyepi ini merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyeimbangkan kehidupan sehingga tercipta kehidupan yang harmonis, damai serta sejahtera. Upacara Mekiyis atau melasti adalah upacara yang bertujuan menyeimbangkan hubungan manusia dengan Tuhan dan alam semesta dengan segala manifetasi-Nya serta para leluhur yang telah disucikan, Upacara Tawur agung adalah upacara yang bertujuan untuk menyeimbangkan hubungan manusia dengan alam sekitar para bhuta, sehingga tercipta kedamaian antara Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung/macrocosmos (alam semesta), kemudian Nyepi merupakan hari dimana manusia dapat melakukan perenungan dan introspeksi diri, yang terakhir yaitu Ngembak Geni dalam pelaksanaannya diharapkan terjadi hubungan baik antara manusia dengan manusia lainnya. Oleh karena itu peringatan Tahun Baru Saka bermakna sebagai hari penyucian diri, hari pembaruan, hari terjalinnya kebersamaan, hari kedamaian serta hari kerukunan nasional. Oleh karena itu dengan melaksanakan Nyepi melalui jalan yadnya kita dapat membentuk kedamaian dan juga ketentraman di dunia. Selain itu kita dapat melestarikan budaya Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai Negara yang penuh dengan tradisi. indonesia juga bisa bersatu karna adanya budaya tersebut karena melalui budaya kita bersosialisasi dengan masyarakat sekitar,dan dengan begitu persatuan dan kesatuan akan terus terjaga dan indonesia bisa terus aman tentram. Sehingga permasalahan Indonesia sebagai Negara Multikulturalisme dapat teratasi melalui pendekatan agama dan juga budaya.

.

Nama : Kadek Agustinna Sari Dewi
Tempat/Tgl Lahir : Singaraja, 10 Agustus 1993
No Anggota : 30112017
Alamat Kepengurusan :Jl Karangmenjangan Vi/30 Surabaya
Nomor KTP/Nomor Kartu Siswa :2311100006
Nama dan alamat kampus (Br, Desa, Kec, Kab):Kampus ITS Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111, Jawa Timur
Nomor HP :083114600908

Komentar Anda