Anda Memaknai atau Merayakan Hari Raya Nyepi ?

Hari Raya Nyepi merupakan hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap Tahun Baru Saka tepatnya pada Tilem Kesanga. Dimana pada hari raya Nyepi umat Hindu melakukan Catur Brata penyepian diantaranya yaitu Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan dan Amati Lelanguan. Pada saat Nyepi umat Hindu juga melakukan perenungan atas segala apa yang sudah diperbuat selama setahun belakangan ini dan memohon pada yang Maha Kuasa agar diberikan kekuatan untuk bisa menjalankan kehidupan yang lebih baik dimasa mendatang.
Mungkin sekilas penjelasan diawal sudah diketahui oleh sebagian umat Hindu di seluruh Nusantara. Namun seperti pada post_title perlu kita ketahui dulu bahwa diantara kata memaknai dan merayakan itu ternyata cukup berbeda. Kita mulai dari kata merayakan, menurut KBBI ( Kamus Besar Bahasa Indonesia ) kata merayakan merupakan memperingati-memestakan hari raya (peristiwa penting ) sedangkan kata memaknai merupakan sebuah kata yang berasal dari kata makna dimana pengertian yang diberikan kepada suatu bentuk kebahasaan ( mengetahui arti pentingnya ). Setelah melihat penjelasan keduanya tadi bisa kita lihat ternyata apabila kita hanya sekadar merayakan Nyepi maka sebenarnya kita hanya memperingati/memestakan hari raya tersebut. Sedangkan apabila kita memaknai Nyepi maka sebenarnya kita bisa mengetahui arti penting dan maksud dari hari raya Nyepi yang sebenarnya. Jadi, termasuk bagian manakah Anda selama ini ?
Dalam hal ini mungkin bisa dilihat pada kenyataan dilapangan, cukup banyak memang umat kita hanya sekadar merayakan hari raya Nyepi saja namun tidak memaknainya. Kita ambil contoh kecilnya saja dimana pada saat Nyepi masih ada saja orang yang belum mampu menjalankan Catur Brata penyepian dimana masih ada yang bepergian, senang-senang, menyalakan api ( Handphone, Laptop ) dan sebagainya. Contoh kasusnya lagi ketika setelah Nyepi berakhir esok harinya langsung balas dendam ( makan banyak ) setelah berpuasa seharian penuh, marah-marah dan lainnya. Hal-hal semacam inilah yang sebenarnya sering dianggap kecil/sederhana namun terus dilakukan dari masa ke masa hingga menjadi kebiasaan dikalangan masyarakat . Mungkin itulah yang terjadi apabila kita hanya sekadar merayakan, namun bagaimana ketika kita memaknai hari raya Nyepi itu ? Seperti yang sudah dijelaskan tadi ketika kita memaknai maka kita mampu untuk mengambil/mengetahui arti penting dari sesuatu. Jadi ketika kita memaknai Nyepi dan mendalami Catur Brata penyepian kita tidak hanya sekadar merayakan semata melainkan kita bisa terapkan didalam kehidupan sehari-hari  mulai dari tidak berlebihan dalam sesuatu, menahan amarah, menekan ego serta beberapa musuh dalam diri manusia. Dengan demikian, apakah Anda hanya sekarang masih hanya merayakan atau malah sudah mulai untuk memaknai perayaan Nyepi itu sendiri. Meskipun semuanya tidak bisa langsung semua dilakukan namun itu semua bisa dilakukan bertahap, ingat saja kalau “ Menara Eiffel saja tidak dibangun dalam sehari “.  
 
Data Penulis
Nama                                             : Gede Teguh Laksana
Tempat/Tgl Lahir                          : Ujung Pandang, 6 Januari 1995
No Anggota                                  : 20312013
Alamat Kepengurusan                  : Jl. Dr Otten No. 15 Bandung
Nomor Mahasiswa                        : 111120007
Nama dan alamat kampus             : Institut Teknologi Telkom, Jl. Telekomunikasi No. 1
Nomor Tlp/Handphone                 : 085314748501
Komentar Anda