Pernyataan Sikap Pimpinan Pusat KMHDI Terkait Konflik Horisontal Di Lampung Selatan

Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa

Bahwa Bangsa Indonesia sejak kelahirannya, dengan mengambil saripati kearifan leluhur Bangsa, telah menegaskan pengakuannya akan perbedaan-perbedaan yang bersifat niscaya, baik dalam hal suku, agama, ras, budaya dan lain sebagainya. Perbedaan-perbedaan itu sesungguhnya adalah kekayaan bangsa. Namun demikian, dibutuhkan kecerdasan dan kearifan untuk mewujudkan hal tersebut. Alpanya kearifan dan kecerdasan dalam pengelolaan perbedaan, baik oleh kelompok-kelompok masyarakat maupun ketidakhadiran peran pemerintah, dapat berujung pada timbulnya konflik ditengah-tengah masyarakat.

Alpanya kecerdasan dan kearifan kelompok-kelompok masyarakat dan ketidakhadiran peran pemerintah secara riil dan substantive dalam mengelola perbedaan, kini mewujud dalam konflik antar kelompok masyarakat di Balinuraga, Kecamatan Waypanji, Lampung Selatan.

Terkait konflik antar kelompok warga yang terjadi di Balinuraga, Kecamatan Waypanji, Lampung Selatan sejak Sabtu 27 oktober hingga Senin 29 oktober, dengan ini kami Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia menyatakan sikap sebagai berikut :

Mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada korban meninggal dunia dan keluarganya, serta empati kepada masyarakat yang terpaksa mengungsi akibat konflik tersebut.

Menuntut kepada pemerintah daerah Lampung agar memfasilitasi dan menyediakan segala kebutuhan darurat pengungsi, baik kebutuhan dasar (makanan, pakaian dan tempat tinggal yang layak) maupun kebutuhan counseling untuk mengatasi aspek traumatis pengungsi.

Konflik yang terjadi untuk kesekian kalinya tersebut adalah cerminan dari gagalnya pemerintah baik pusat maupun daerah dalam menciptakan rasa aman yang merupakan hak asasi dari setiap warga Negara.

Menuntut agar Kapolri segera mencopot Kapolda Lampung karena telah terbukti secara nyata gagal melaksanakan fungsinya.

Mendesak seluruh unsur muspida Lampung, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Provinsi Lampung untuk segera turun tangan dan duduk bersama untuk menenangkan masyarakat dan memediasi perdamaian sehingga tercipta komitmen perdamaian yang kuat.

Menuntut dilakukan pengusutan secara tuntas atas adanya indikasi keberpihakan di satu sisi dan diskriminasi disisi lain oleh aparat kemanan sehingga menimbulkan korban dan pada akhirnya memicu kekecewaan dan ketidakpercayaan masyarakat. Apabila hal ini tidak diusut secara transparan, tuntas dan hasilnya diumumkan kepada masyarakat, kami khawatir ketidakpercayaan dan ketidakpuasan masyarakat akan menjalar ke tempat lain yang dapat memicu konflik dalam skala yang lebih besar.

Menghimbau kepada masyarakat di Lampung khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya agar menjaga keamanan dan keharmonisan kehidupan di masyarakat serta tidak mudah terprovokasi.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan sebagai wujud tanggungjawab kami sebagai sesama anak bangsa, yang menjunjung nilai-nilai pluralisme dan kemanusiaan.

Satyam Eva Jayate !

Jakarta 30 Oktober 2012

PIMPINAN PUSAT KMHDI

PRESIDIUM

I Ketut Nate, S.Pd.H
I Dewa Gede Dewa Ganapati
I Kadek Adiawan,S.Si

I Made Bawa Yasa,S.Pd
I Gusti Ngurah Ari Bayu Pramana,S.Ag

Gambar diambil dari tribunnews.com

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai