Kedamaian milik kita?

Beberapa kali obrolan dengan beberapa sahabat, pernyataan bahwa Hindu "aman" dalam melaksanakan peribadatan, baik membuat tempat persembahyangan, melakukan ritual dan sejenisnya. Hari ini ada kejutan wahai kawan…silahkan lihat dibawah ini:
http://regional.kompas.com/read/2011/11/14/21024087/Petilasan.di.Kaki.Gunung.Wayang.Dibakar.

Suatu hari saya berkesempatan "mendak tirtha" di tempat yang dimaksud dalam berikut. Saat itu sekitar akhir tahun 2010 kami diarahkan / diantar oleh penduduk asli setempat untuk melaksanakan tugas mendak Tirha dalam rangka piodalan di Pura giri Kusuma Bogor. Sepanjang ingatan saya, tempat itu sungguh indah dibawah kaki gunung Wayang area persawahan yang melintasi beberapa rumah penduduk. Dan tidak sedikitpun saya menangkap ada kesan "masalah" atas pendirian petilesan, kedatangan para "tamu" dari luar daerah.

Entah angin apa, berita "pembakaran" petilesan tersebut sungguh menggangu dan mengejutkanku. Kenapa harus dengan jalan kekerasan? 
Weh..ternyata hipotesa soal "Hindu" relative aman dalam menggunakan hak "sembahyang"-nya bisa jadi mulai kita pertanyakan. Bagaimana dengan petilesan lain?

Salam prihatin

Komentar Anda