Suwisma, Ketua Umum Terpilih (Ketua Harian PHDI Pusat)

Denpasar (Bali Post) –

Mahasabha X PHDI Pusat, Selasa (25/10) malam kemarin berhasil memilih ketua umum pengurus harian PHDI masa bakti 2011-2016. Dalam pemilihan itu, Mayjen (Purn) S.N. Suwisma ditetapkan sebagai ketua dan sekretaris umum dipercayakan kepada Ir. Ketut Parwata.

Masing-masing PHDI provinsi awalnya mengusulkan satu paket pasangan calon secara tertulis yang selanjutnya dibacakan panitia di depan peserta sidang. Selain pasangan tersebut, sejatinya diusulkan pula paket calon lain. Misalnya, paket calon Suwisma dengan Ketut Arnaya, Dana-Dewa Ketut Suratnaya, Dana-Suwisma, dan Suwisma-KS Arsana. Tetapi, setelah dihitung, paket yang memperoleh suara terbanyak adalah Suwisma-Dana (14 suara) dan Suwisma-Parwata (10 suara). Akhirnya pada detik-detik terakhir, setelah melalui rembuk khusus kedua pasangan itu, akhirnya Suwisma dan Ketut Parwata dipercaya menjadi ketua dan sekretaris umum.

Nama S.N. Suwisma memang sudah disebut-sebut sebelumnya. Dalam pemandangan umum Senin (24/10), sejumlah delegasi sudah mengusulkan sejumlah nama calon Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat periode 2011-2016. Selain S.N. Suwisma, juga mengemuka nama Letjen (Purn) Putra Astaman dan Kolonel (Purn) I Nengah Dana.

Ketika dimintai komentar usai pemilihan, Ketua Umum terpilih S.N. Suwisma mengatakan akan berupaya mengantarkan agama Hindu sejajar dengan agama lainnya di tingkat nasional. Demikian juga PHDI diharapkan bisa sejajar dengan majelis agama umat lain di tingkat nasional. ''Kerukunan dan kedamaian penting dikedepankan dalam mencapai hal itu. Perbedaan perlu diserasikan dalam rangka membangun agama Hindu ke depan,'' ujarnya.

Ke dalam, ia ingin menjadikan umat Hindu lebih eksis dengan modal utama persatuan, soliditas, kerukunan, kebersamaan dan saling mendukung. ''Kita memang minoritas, tetapi kita harus mampu lebih berkualitas. Pemahaman ini mesti dimiliki oleh umat kita, sehingga lebih bersemangat meningkatkan kualitas diri,'' ujarnya.

Agar kualitas umat bisa meningkat, katanya, generasi muda Hindu mesti mampu memanfaatkan peluang, meningkatkan pendidikan dan keterampilan, dan menunjukkan prestasi lebih hebat di ruang-ruang kompetisi.
Dalam mengatasi persoalan umat di daerah, kata Suwisma, PHDI mesti mampu berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Menyangkut soal pendanaan, pihaknya akan berupaya menggandeng para pengusaha Hindu untuk ikut berkontribusi memaksimalkan peran PHDI.

''Saya akan total ngayah di PHDI. Tidak setengah-setengah. Saya ngayah di PHDI tidak ada muatan lain,'' tegasnya.
Sementara itu, mantan Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Dr. I Made Gde Erata, M.A. berharap dalam memilih pengurus Parisada, harus benar-benar memperhatikan dan selalu mengingatkan bahwa lembaga ini adalah majelis agama yang harus menonjolkan kebaikan dan kebenaran dalam bertindak, keikhlasan untuk mengabdi dan kesopanan dalam bertingkah laku. ''Bertepatan dengan terselenggaranya Mahasabha X PHDI Pusat ini, berakhir pula pengabdian saya sebagai ketua pengurus harian. Banyak hal sudah dapat saya kerjakan dalam waktu lima tahun, banyak juga dinamika terjadi. Sudah tentu tidak sedikit pula 'pekerjaan rumah' internal maupun eksternal umat Hindu maupun kelembagaan PHDI yang masih tersisa yang patut ditangani di masa mendatang,'' ujarnya. (08)

Komentar Anda