RAKORNAS X KMHDI “MEMBANGUN WIRAUSAHA MUDA YANG BERKARAKTER ”

Kompleksnya permasalahan yang dihadapi bangsa ini mengisyaratkan segenap anak bangsa untuk meberikan kontribusi yang terbaik bagi bangsa. Permasalahan yang dihadapi bangsa ini seperti  bidang pendidikan, ekonomi, politik, hukum, keamanan, budaya serta teknologi, tentu tidak dapat diselesaikan semudah membalikkan telapak tangan. Hal ini menjadi semakin sulit di tengah kondisi kisruhnya lembaga-lembaga negara yang sepatutnya memiliki tanggungjawab besar dalam penyelesaian permasalahan bangsa  sesuai tugas dan fungsinya. Namun apa boleh dikata, tugas untuk mengatasi permasalahan bangsa bukanlah tanggung jawab seseorang, suatu golongan, maupun suatu instansi. Tanggung jawab terhadap negeri ini adalah tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia.

Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) sebagai salah satu komponen bangsa selalu konsisten untuk menanamkan nilai nasionalisme, humanisme, religiusitas dan progresifitas dalam diri setiap kader. KMHDI selalu konsisten untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas kader-kader KMHDI sebagai bagian dari peningkatan kualitas generasi muda Indonesia. Dalam upaya  peningkatan kualitas kader, KMHDI tidak hanya sebatas mendidik dan melatih kader dalam tataran teknik berorganisasi tetapi juga dalam pendidikan dan pelatihan dalam hal jurnalistik, wirausaha dan  pendidikan politik. Pendidikan dan pelatihan dalam hal jurnalistik, wirausaha serta pendidikan politik diharapkan dapat menyentuh permasalahan bangsa sesuai bidangnya. Nilai dan kemampuan yang tertanam dalam diri setiap kader KMHDI tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi maksimal dalam mengatasi permasalahan bangsa di mana pun ia berada.

Dalam rangka meningkatkan kualitas kader-kader KMHDI dan Mahasiswa Hindu umumnya, KMHDI yang bertepatan menginjak usia 18 Tahun pada tanggal 3 September 2011 akan mengadakan Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) sebagai upaya untuk melakukan konsolidasi nasional dan melakukan evaluasi secara menyuluruh terhadap gerakan KMHDI, baik dari sisi Internal organisasi maupun sisi eksternal Organisasi, sehingga mampu berperan secara maksimal dalam pembangunan bangsa dan negara Republik Indonesia.

Kegiatan RAKORNAS X KMHDI yang dilaksanakan pada tanggal 9-11 September 2001 di Palu Sulawesi Tengah di buka langsung oleh Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI ini diisi dengan berbagai bentuk kegiatan seperti, Seminar Nasional Kewirausahaan dengan mendatangkan nara sumber dari Komisi XI DPR RI Bapak I Gusti Rai Wirajaya, SE MM, Persidangan Rakornas, serta akan diakhiri dengan Kunjungan peserta Rakornas dalam bentuk Tirta Yatra ke Kabupaten Parigi Moutong.

 

SEMINAR NASIONAL KEWIRAUSAHAAN

Masalah ekonomi merupakan salah satu permasalahan pokok yang dihadapi bangsa ini. Sistem ekonomi nasional seharusnya dirancang dan dilaksanakan agar dapat  mewujudkan pembangunan ekonomi nasional yang berkeadilan sosial. Sehingga harapan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur tidak terlalu jauh berbeda dengan kenyataan yang ada. Kemandirian adalah salah satu kunci untuk dapat menciptakan pembangunan ekonomi yang berkeadilan sosial. Kemandirian dalam konteks nasional maupun kemandirian dalam konteks individu rakyat Indonesia. Dalam konteks nasional, Indonesia seharusnya mulai berani untuk berdiri di kaki sendiri khususnya dalam pengelolaan aset-aset dan kekuatan perekonomian nasional. Jika kita menginginkan sumber daya yang kita miliki dapat dinikmati oleh rakyat Indonesia, maka sudah seharusnya dominasi asing dalam pengelolaan kekuatan ekonomi mulai dikurangi. Pemerintah harus mulai berani untuk mempercayakan pengelolaan kekuatan ekonomi kepada putra dan putri bangsa. Kemandirian dalam konteks yang lebih kecil, masyarakat harus dapat mengembangkan jiwa dan kemampuan wirausaha dalam rangka menumbuhkan kekuatan-kekuatan ekomoni yang secara langsung dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk kesejahteraan masyarakat.

Mahasiswasebagaiagenperubahandi negeriiniharus berperan aktif untuk menjadi pelopor terbentuknya perekonomian nasional yang tangguh. Perubahan paradigma berpikir di kalangan mahasiswa sudah seharusnya dilakukan. Pola pikir pencari kerja harus diubah menjadi pencipta lapangan kerja yang berbasis pada penciptaan usaha kecil dan menengah, sehingga bangsa Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jiwa dan kemampuan wirausaha harus ditumbuhkan sejak dini. Jiwa wirausaha merupakan modal dasarbagi pengembangan usaha. Jiwa wirausaha adalah bakat yang dibawa sejak lahir. Bakat pada tiap individu tentu memiliki kadar yang berbeda. Bakat ini harus dipupuk dan ditumbuhkembangkan melalui berbagai kegiatan seperti diskusi, seminar, maupun pelatihan kewirausahaan.

Semangat ini sejalan dengan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) yang di canangkan pemerintah. Saat ini jumlah wirausaha di Indonesia baru mencapai 0,24 persen dari jumlah total populasi penduduk. Idealnya di negara maju diperlukan setidaknya 2 persen jumlah wirausaha dari seluruh jumlah penduduk. Melalui GKN ini diharapkan jumlah wirausaha dapat ditingkatkan. Jika hal itu dapat dicapai maka jumlah pengangguran dapat ditekan, sehingga kesejahteraan rakyat dapat dicapai. Berbagai program pun digulirkan untuk mendukung GKN ini, diantaranya program wirausaha 1.000 sarjana, pelatihan kewirausahaan, Program Kemitraan dan Bina Lingkungan, Program Pembiayaan CSR, PNPM Mandiri, hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tahun ini ditarget  20 triliun rupiah tanpa jaminan. Program ini tentu sangat layak untuk didukung karena dengan semakin banyaknya wirausaha yang akan muncul maka peluang kerja dan kesejahteraan rakyat akan semakin terwujud. Melalui kegiatan Seminar Nasional Kewirausahaan, diharapkan terjadi perubahan paradigma kader-kader muda Hindu. Mengikis paradigma pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja yang berbasis pada penciptaan usaha kecil dan menengah dalam usaha mewujudkan perekonomian nasional yang tangguh.

 

KUNJUNGAN KE PARIMO & DISKUSI PUBLIK

Dalam rangkaiannya Kegiatan Rakornas X KMHDI ini sendiri diakhiri dengan Kunjungan Peserta ke Kabupaten Parigi Moutong. Selain acara Dharma Yatra (kunjungan ketempat suci), di kota Palu dilaksanakan pula Diskusi Publik bersama masyarakat yang mengambil topik, “Pendidikan Politik Generasi Muda Menuju Pemilu 2014”. Untuk kegiatan diskusi publik tentang pendidikan politik ini pihak Pimpinan Pusat KMHDI tidak tanggung-tanggung, dua orang yang menjadi pembicara merupakan tokoh politik yang cukup dikenal luas di tingkat nasional yaitu I Gusti Putu Arta (Anggota KPU Pusat) dan Gede Pasek Suardika, SH.MH (Anggota Komisi II DPR RI). Dengan kehadiran tokoh sekaliber mereka acara ini sangat menarik dan masyarakat terutama generasi muda di kota palu begitu antusias mengikuti kegiatan ini.

 

Komentar Anda