Dialog PD KMHDI




DIALOG PD KMHDI LAMPUNG

 

Di awal kerja setelah melaksanakan pelantikan PD KMHDI Lampung memulai pergerakan dengan melakukan kegiatan Dialog dengan redaktur media Hindu Bapak Dewa Ketut Suratnaya, yang dilaksanakan di Kampus STAH Lampung. Meskipun kepengurusan PD KMHDI Lampung belum melaksanakan Rapat Kerja serta belum membuat Program Kerja namun PD KMHDI Lampung telah melakukan sebuah rangkaian kegiatan kegiatan yang dikemas dalam bentuk dialog, yang secara kebetulan kehadiran seorang tokoh Hindu yang sangat berkompeten di Lampung yaitu Bapak Dewa Ketut Suratnaya yang sedang melakukan safari kunjungan untuk berdharma wacana di salah satu daerah di Lampung. Kesempatan ini pun tidak disiasiakan oleh PD KMHDI Lampung, tangal 14 Juni 2011 setelah pak Dewa panggilan akrabnya tiba di Lampung Langsung menuju kampus STAH Lampung kemudian salah seoranh pengurus PD KMHDI Lampung menghubungi beliau dan menawarkan untuk menagadakan diskusi, tawaran itupun langsung diterima oleh beliau. Kami serombongan dari PD KMHDI Lampung yang berjumlah 20 orang langsung menuju kampus STAH Lampung. Dialog diawali dengan perkenalan pengurus baru dengan Pak Dewa, pada kesempatan tersebut di hadiri juga ketua STAH Lampung, Bapak Drs. Nengah Maharta, M.Si. bapak ketua STAH lampung menyampaikan sebuah pengantar tentang Bagaimana Pola Pembinaan Umat Hindu dilampung yang merupakan tanggung jawab dari Organisasi Hindu yang salah satunya adalah KMHDI yang merupakan organisasi sosial kemahasiswaan Hindu yang juga memiliki peran penting dalam pembinaan Umat Hindu khususnya generasi Muda Hindu yang merupakan Pilar serta ujung tombak Hindu di masa depan. Ketua STAH Lampung yang juga seorang tokoh Hindu Lampung dan memiliki komitmen yang sangat tinggi terutama dalam pembinaan umat sangat menaruh harapan kepada PD KMHDI Lampung, dengan program kerja selain pengkaderan mahasiswa Hindu juga dapat Fokus membantu Parisada dalam membina umat Hindu di Lampung. Setelah pengantar dari Bapak Drs. Nengah Maharta, M.Si., dialog pun dimulai tepat pada puku 10.30 WIB. Bapak Dewa Ketut Suratnaya memulainaya dengan perkenalan serta ucapan selamat kepada kepengurusan baru PD KMHDI Lampung. Menanggapi pengantar dari Ketua STAH Lampung Bapak Drs. Nengah Maharta, M.Si, pak Dewa memulai memberika materi kepada kami. Pertama beliau menyampaikan tentang bagaimana seharusnya sebagai umat Hindu, dasar dari Hindu yang menurut beliau harus dipahami oleh mahasiswa Hindu sebagai modal awal dalam melakukan pergerakan ke Umat Hindu dengan kondisi lingkungan dilampung yang sangat Heterogen. Beliau menyampaikan tentang konsep kelahiran menurut Hindu yang memiliki kaitan erat tentang sejak kapan manusia itu dapat dikatakan Hindu, kaitannya dengan leluhur, reinkarnasi, hukum Karma dan Moksa. Menurut beliau manusia dikatakan hindu adalah diawali dari sejak bertemunya sukla dengan swanita atau yang lebih dikenal dengan istilah engan bertemunya sel sperma dengan sel telur (Ovum) sejak saat itulah sudah dikatakan sebagai manusia Hindu. Dan keonsep kelahiran ini sangatlah berhubungan erat dengan leluhur sehinga konsep leluhur ini menjadi sangat penting dalam Hindu. Hal ini termasuk kedalam desain spiritual hindu dalam konsep Samkya, eksistensi kesadaran manusia secara Logic atau pun non spiritual. Kaitannya adalah banyak kasus orang sudah punya anak bahkan cucu dengan hasil keturunan yang gagal atau tidak suputra hal ini disebabkan karena uoacara wiwaha yang gagal atau tidak sempurna secara spiritual/ Agama. Dengan hal tersebut maka akan berakibat  terhadap konsep kelahiran yang dapat mengasilkan keturunan yang suputra hanya dengan melaui pernikahan yang yang sah secara spiritual. Seperti dijelaskan dalam konsep samkya, konsepsi(pembuahan)=iswara mengisi atman= saat itulah manusia sudah hindu dan sesungguhnya semua manusia itu hindu. Ketika dunia kosong yang ada hanyalah brahman, memunculkan getaran suci nafas brahman AUM, oleh para maha Rsi(anubaba) AUM di konversikan kedalam bahasa manusia menjadi Dharma,menjadi sanata Dharma, dan muncullah Brahma widya. Karena berawal berawal dari nafas brahman, sehingga semua ciptaannya terkena sentuhan Dharma/ jadi semua manusia diawali oleh Dharma setelah iswara merasuki tubuh manusia , setelah itu muncullah hukum alam RTA. Maka setelah tuhan iwara tuhan berhenti mencipta kemudian dilanjutkan oleh leluhur yang sudah sempurna di dewan ether

 

 

Komentar Anda