SONGSONG MAHASABHA PARISADHA PUSAT GELAR SARASEHAN

SONGSONG MAHASABHA PARISADHA PUSAT GELAR SARASEHAN

Untuk Masa Depan Hindu Yang Lebih Baik

Bertempat di Gedung Kementerian Kebudayaan Pariwisata RI, PHDI Pusat menyelenggarakan sebuah sarasehan untuk mempersiapkan Mahasabha PHDI (Parisadha) yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan November 2011 di Bali. Kegiatan ini memperoleh apresiasi dari beberapa tokoh umat hindu yang sempat hadir, seperti Ketua Dharma Adyaksa, Ketua Umum Parisadha, Ketua Perumam Walaka, Ketua PHDI DKI Jakarta, Presidium KMHDI, Ketua Umum Peradah, Brigjen Ketut Untung Yoga Ana, Br. Indra Udayana (Asram Gandhipuri Bali), Beberapa tokoh Pinandita Sanggraha Nusantara, dll. Kegiatan ini sendiri tidak dihadiri oleh banyak peserta, mungkin tidak lebih dari 50 orang, bisa jadi sedikit berhubungan dengan agenda KTT ASEAN, sehingga banyak pejabat negara yang sedang bertugas. Namun hal ini tidak mengurangi menariknya jalan diskusi yang mengangkat tema, Untuk :Masa Depan Hindu Indonesia

Ada 3 pembicara yang diundang oleh panitia yaitu DR. Putu Gede Ary Suta (Chairman The Ary Suta Center), I.N. Suwandha & I Putu Seokreta Soeranta, kedua nama terakhir merupakan Pensiunan TNI dan sama-sama pernah mengabdi menjadi Ketua PHDI Pusat. Kesemuanya membawakan materi dengan dimensi yang berbeda namun tetap sesuai dengan koridor yang ditetapkan oleh panitia. I Putu Seokreta Soeranta mengambil sudut pandang masa lalu dengan sub tema Strategi Komunikasi, Kerjasama & Pencitraan Hindu. Beliau  mengangkat beberapa kondisi riil PHDI dengan pendekatan analisis SWAT, dimana ada beberapa kelemahan yang masih menjadi PR bagi PHDI diantaranya dualisme di PHDI Bali, Peranan Sabha Walaka, Domisili Sabah Pandita yang masih di Bali dan Keberagaman yang berlebihan merupakan ancaman bagi umat hindu.

Pembicara Bapak IN. Suwandha mengambil sudut pandang kondisi PHDI di masa kekinian. Dalam paparannya yang padat dan berisi beliau menyampaikan bahwa ada beberapa perubahan yang hendaknya dilakukan dalam mahasabha nanti jika ingin PHDI bisa berperan maksimal dalam pelaksanaan tugas dan tanggungjawabnya sebagai lembaga tertinggi agama hindu di indonesia. Beliau juga menanggapi perubahan yang cukup mendasar dalam beberapa kali penyelenggaran Mahasabha PHDI, dimana perubahan yang dilakukan bukan hanya pada AD/ART PHDI tetapi sampai kepada perubahan Visi & Misi serta Murdha Citta (Purwaka/pembukaan). Padahal menurut beliau perubahan visi misi organisasi atau Murdha Citta sama saja dengan mendirikan organisasi baru.

Berkaitan dengan organisasi kelembagaan hindu seperti KMHDI, PERADAH, WHDI DLL, Pak Suwandha juga menanggapi bunyi Pasal 30 ayat 1 & 2 Anggaran Dasar yang menegaskan tentang hubungan Parisadha dengan organisasi kemasyarakatan hindu yang ada, dimana Parisadha bertugas mengayomi organisasi kemasyarakatan hindu yang ada. Namun sayangnya belum ada penjabaran dan tindakan kongkrit tentang hal tersebut. Hal yang menarik yang juga disampaikan oleh Bapak IN Suwandha adalah usulan perampingan struktur kepengurusan Parisadha, baik Sabha Walaka maupun Pengurus Hariannya. Hal ini memang menjadi sebuah pilihan yang harus diambil ditengah kesadaran organisasi para pengurus yang masih rendah dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya (ngayah).

Dr. Putu Gede Ary Suta yang tampil dengan sudut pandang keilmuan manajemen strategik memberikan ulasan tentang visi kedepan & kapasitas leadership pimpinan Parisadha. Karena berbicara umat hindu di indonesia yang kecil dari segi kuantitas tentu harus mengambil jalan lain untuk bisa eksis yaitu dengan meningkatkan kualitas umat hindu. Umat hindu harus jengah, jangan terlena dalam sindrom minoritas mayoritas. Untuk itu beliau mengingatkan bahwa pimpinan Parisadha harus memanfaatkan kecerdasan kolektif dan melakukan pemetaan sumberdaya yang dimiliki umat untuk memajukan umat.

Sementara itu Menteri Kebudayaan & Pariwisata RI yang juga sempat hadir dan membuka secara resmi acara Sarasehan ini menyampaikan beberapa pesan positive untuk umat hindu Indonesia. Dimana beberapa diantaranya adalah untuk generasi muda yang hadir cukup banyak dalam pertemuan ini. ”Generasi Muda Hindu harus mulai membiasakan diri berfikir dan berbicara positive tentang sesama umat Hindu, jangan lagi selalu melihat keberhasilan saudara kita dengan pandangan negative”, ungkapnya dengan penuh semangat. Beliau juga berpesan kepada Generasi muda agar bisa memperbanyak diskusi dengan tokoh agama hindu dimanapun berada, karena dengan diskusi dan berkunjung kepada para tokoh generasi muda akan memperoleh wejangan atau pengalam hidup yang bisa berguna bagi hidupnya.

Kegiatan seperti ini tentu sangat positive untuk menyatukan perspektif dan persepsi untuk membangun masa depan umat hindu Indonesia, dibutuhkan keberlanjutan dan peningkatan intensitas agar pemikiran brilian bisa diperoleh dalam rangka menentukan design dan strategi dalam lembaga Parisadha tercinta ini kedepannya. Kegiatan ini juga akan sangat menarik jika bisa dilakukan dibeberapa daerah di indonesia minimal untuk menyongsong Pesamuhan Agung di Bulan Juli dan Mahasabha PHDI di Bulan November 2011.

Salam dalam Darma

 

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai