LAPORAN DISTRIBUSI BANTUAN PENGGALANGAN DANA KMHDI PEDULI MERAPI

           Erupsi gunung Merapi yang terjadi sekitar bulan Oktober 2010 lalu mengakibatkan keprihatinan penduduk di sekitar Merapi akibat terkena dampak bencana, antara lain disebabkan terkena : lahar panas, hujan debu vulkanik, dan banjir lahar dingin yang merusak tatanan fisik dan menelan korban jiwa di wilayah disekitar Merapi, akibat keadaan darurat tersebut maka pemerintah menghimbau agar penduduk mengosongkan daerah merapi sampai radius 20 km dari puncak Merapi.

            Akibat kebijakan pemerintah tersebut, maka seluruh penduduk di sekitar Merapi terpaksa harus mengosongkan rumah mereka, dan akhirnya menyebar ke tempat pengungsian di beberapa lokasi yang terpisah karena ruangan pengungsian tidak mencukupi.

            Erupsi Merapi tersebut melanda wilayah Propinsi D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah, Kabupaten : Sleman, Magelang, Klaten, dan Boyolali merupakan wilayah yang terkena dampak langsung erupsi Merapi, khususnya Klaten yang merupakan kantong umat Hindu terbesar di Jawa Tengah, terkena dampak bencana Merapi paling banyak jumlahnya, khususnya di beberapa wilayah yang dekat dengan Merapi, yaitu :

1)    Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten.

2)    Desa Tangkil, Kecamatan Kemalang, Klaten.

3)    Desa Tikas, Kecamatan Kemalang, Klaten.

4)    Desa Jiwan, Kecamatan Karangnongko, Klaten.

5)    Desa Gemampir, Kecamatan Karangnongko, Klaten.

6)    Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo, Klaten

             Selama satu bulan penuh umat Hindu di Klaten mengungsi di beberapa tempat, antara lain di : pos Depo Puslatpur (Klaten Selatan), pos Pendopo Klaten (Klaten Selatan), pos GOR Klaten (Klaten Utara), dan di beberapa tersebar di kelurahan kelurahan lainnya, umat Hindu yang mengungsi terpaksa menghentikan kegiatan perekonomiannya yang sebagian besar mereka mengandalkan usahanya dengan berjualan hasil bumi di pasar pasar lokal yang juga ditutup karena erupsi.

            Sampai selesainya erupsi Merapi bersyukur tidak terdapat korban jiwa dari umat Hindu, demikian pula rumah rumah umat dan satu pura di desa Sidorejo hanya mengalami rusak ringan karena terkena abu vulkanik..

 
KEGIATAN PENANGANAN BENCANA MERAPI

           Erupsi Merapi yang melanda Klaten, khususnya Umat Hindu di Klaten, langsung ditangani oleh panitia tanggap bencana yang terkristalisasi / terwujud dari para aktivis Hindu di Klaten yang memiliki komitmen dan merasa terpanggil untuk mengabdikan diri “ngayah” menangani kegiatan sosial ini, hingga akhirnya terbentuk tim penanganan yang terdiri dari unsur Parisada Klaten dan Organisasi Pemuda (PGHD Klaten), ditambah unsur eksternal yang merupakan jaringan panitia / tim yaitu tim Media Hindu (bapak Dewa K Suratnaya/ koordinator).

           Selanjutnya tim menangani kegiatan sosial untuk membantu umat Hindu  yang terkena langsung dampak erupsi merapi, dengan mendata jumlah kepala keluarga Hindu yang mengungsi agar diperoleh data yang akurat dalam rangka penyaluran bantuan tersebut.

            Selanjutnya pengelolaan bantuan diwujudkan dalam bentuk moril maupun materil, dilaksanakan dalam bentuk kegiatan antara lain :

1)    pembagian dana langsung untuk umat dan pura di wilayah masing masing

2)    pembagian logistik : sembako, baju pantas pakai, barang, dan lain sebagainya

3)    pengobatan massal

4)    dialog konseling

5)    membersihkan pura dan doa bersama

 PEMANFAATAN DANA PUNIA

            Kepedulian umat Hindu di luar Klaten ternyata cukup besar, hal tersebut diwujudkan melalui bantuan materil yang diberikan, baik diberikan secara langsung kepada umat pada saat kunjungan, maupun pengiriman dana punia melalui rekening a/n Parisada Hindu Dharma Klaten, untuk disampaikan kepada umat Hindu di Klaten.

           Bantuan moril juga diberikan langsung oleh beberapa kelompok maupun organisasi di berbagai daerah di luar Klaten yang berantusias datang langsung ke Klaten, antara lain melakukan kegiatan: pemeriksaan kesehatan masal, doa bersama, dialog konseling, membersihkan pura, dan lain lain.

             Adapun Total Dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp.201.685.500, dimana Rp.50.400.000 disalurkan langsung kepada umat dan sisanya melalui PHDI Klaten. Sementara untuk KMHDI sendiri dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp.13.700.000, dari usaha penggalangan dana yang dilakukan oleh beberapa PD/PC KMHDI (PD KMHDI SULTRA, PC KMHDI PALOPO, PD KMHDI SUMSEL, PD KMHDI NTB)

               Dari total dana tersebut Rp.92.588.500 sudah disalurkan secara langsung berupa Sembako, Barang, Uang Tunai, Makanan dan lainnya kepada umat yang terkena musibah, sisanya sejumlah Rp.109.060.000 akan akan dipergunakan untuk alokasi pemberdayaan ekonomi khususnya ditujukan kepada umat Hindu disekitar Merapi, sejalan dengan itu pada saat ini tengah disusun dokumen MOU kerjasama peminjaman uang tanpa bunga untuk usaha peternakan kambing dan sapi, yang mana nantinya pinjaman tersebut merupakan pinjaman bergulir tiap dua tahun, yang selanjutnya dimanfaatkan lagi oleh umat Hindu yang membutuhkan modal usaha.

Komentar Anda