New Leader, New Spirit

           Tanpa terasa, masa kepemimpinan I Gede Rangga Teguh Pramana sebagai ketua PD KMHDI NTB telah berakhir. Tepatnya pada tanggal 31 Oktober 2010 dalam sebuah Lokasabha yang bertempat di STAHN Gde Pudja Mataram Pukul 22.00 Wita, seorang ketua baru telah terpilih untuk melanjutkan estafet kepemimpinan PD KMHDI NTB periode 2010/2012.

Dalam proses pemilihan ketua tersebut, diperolah sekitar 20 nama bakal calon pimpinan PD KMHDI NTB, namun hanya 6 orang yang memenuhi kriteria dan bersedia untuk maju sebagai calon ketua PD (Pengurus Daerah) KMHDI NTB. Keenam nama calon kuat tersebut anatara lain, I Wayan Sutame, I Ketut Nata, S. Pd.H, Dewa Gede  Sanjaya Putra, Ida Bagus Beny, Agus Nyoman Satriawan, dan I Gede Widya Suputra, dengan jumlah pemilih sebanyak 35 orang, dengan perolehan suara masing-masing sebanyak 17 suara untuk I Wayan Sutame, 4 suara untuk Dewa Gede Sanjaya Putra, 3 suara untuk I Gede Widya Suputra, 0 (nol) suara untuk Ida Bagus Beny, dan masing-masing 7 suara untuk I Ketut Nata, S. Pd.H dan 4 suara Agus Satriawan.

 

            Dari hasil penghitungan suara, tim formatur secara sah menyatakan I Wayan Sutame sebagai ketua terpilih PD KMHDI NTB periode 2010-2012 untuk melanjutkan estafet kepemimpinan pada PD KMHDI NTB. Saat ditanya mengenai Visi dan Misi kedepannya, Sutame tidak menjawab banyak. Ia hanya berkomentar akan melanjutkan program-program kerja sebelummnya yang masih relevan dan dianggap bagus, dan sedikit menambahkan program kerja baru yang lebih inovatif dan bermanfaat  untuk Umat dan Mahasiswa. Adapun pesan yang disampaikan kepada seluruh anggota KMHDI dalam pidato singkatnya, “Bersama kita Kuat, Bersama kita Bersinar, New Leader and New Spirit.” 

             Lokasabha ini tentunya tak bisa berjalan lancar dan tepat waktu tanpa adanya pimpinan sidang yang tegas dan tangguh dalam memimpin rapat guna membahas materi yang telah diagendakan. Pimpinan sidang dari Lokasbha ini beranggotakan lima orang antara lain; I Nengah Budiarta, Dewa Gede Sanjaya Putra, Agus Eka Juniarta, Luh Putu Yeni Apriliani, dan Putu Ade Resmayani. Persidangan yang alot dan kritis dari peserta sidang membuat agenda sidang mundur dari agenda yang telah ditentukan. Perbedaan pendapat, masukan, serta kritik yang tajam dari peserta rapat membuat suasana sidang menjadi memanas dan penuh semangat. Keadaan dan kondisi seperti ini tentunya memerlukan sosok ketua sidang yang tegas dan tangguh dalam mengatur persidangan. Dalam sidang kali ini dua Srikandi juga dipercaya sebagai pimpinan sidang dalam rapat ini, dan ternyata Srikandi pun mampu memainkan perannya dalam persidangan. Dua Srikandi tersebut terbukti mampu secara mental dan kepemimpinan sebagai seorang pemimpin.  

 

Presidium Buka Acara Lokasbha.

            Kegiatan Lokasbaha ini bertema “Melalui Lokasabha VII KMHDI NTB Tingkatkan Profesionalitas untuk Lanjutkan Estafet Kepemimpinan.”  kegiatan ini dilaksanakan oleh PD KMHDI NTB dan diketuai oleh I Nengah Budiarta. Persiapan dari acara ini memakan waktu selama dua minggu penuh dengan sumber dana berasal dari kas PD KMHDI NTB. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 30-31 Oktober 2010.  

            Lokasabha ini dihadiri oleh sejumlah tamu undangan, baik dari kalangan akademis, dan non akademis antara lain; para alumni KMHDI, UKM-UKM, Tokoh Masyarakat, Ketua PHDI NTB, OKP Lintas Agama, dan seorang Presidium KMHDI. Hal yang paling menarik dari acara pembukaan ini antara lain hadirnya salah seorang pendiri KMHDI yang juga seorang alumni KMHDI, Made Murdayasa.

 

Kegiatan Lokasabha ini dibuka langsung oleh salah seorang Presidium KMHDI,  yang saat itu dihadiri oleh Desak Made Yoniarti, yang juga seorang Srikandi. Dalam sambutannya ia mengingatkan kepada seluruh anggota KMHDI untuk tidak segan-segan melangkah maju dan terus mencoba guna menuju perubahan kearah yang lebih baik. Karena didalam perjuangan hanya ada dua kata yaitu, “Menang dan Kalah dan bukan keragu-raguan yang berada ditengah-tengah antara menang dan kalah kerena berada ditengah-tengah adalah sampah.”Menang adalah Tujuan, dan kalah adalah Sukses yang TERTUNDA” karena keduanya hasil dari usaha yang telah dilakukan. Namun berada ditengah – tengah antara menang dan kalah hanyalah sebuah “sampah”, karena jiwa pengecut yang tak berani untuk mencoba. Satyam Eva Jayate ! ( I Gede Widya Suputra)

 

 

 

 

Komentar Anda