MPAB PD KMHDI Jawa Barat : Bangkit untuk berkontribusi positif untuk Hindu

Pagi itu di kota Bandung, masih sama dengan pagi- pagi yang lalu. Ketika kicauan burung kecil masih senantiasa menemani suasana pagi ini, dan cahaya mentari pagi mulai mengusir kabut yang masih menyelimuti kota. Bandung, Ibu kota Provinsi Jawa Barat, tidak dapat dipungkiri dihuni oleh cukup banyak mahasiswa Hindu. Tentu ini merupakan konsekuensi dari banyaknya perguruan tinggi yang cukup menarik minat mahasiswa. ITB (Institut Teknologi Bandung), Institut Teknologi Telkom, Universitas Padjajaran, dan masih banyak lagi.

KMHDI yang merupakan organisasi mahasiswa Hindu yang diakui secara nasional mungkin memang sudah ada dan pernah ada sebelumnya di Bandung. Kota yang katanya memegang peranan cukup penting pada saat pembentukan KMHDI untuk pertama kalinya. Kota ini juga katanya telah mampu mencetak kader muda yang mampu berkontribusi aktif dan positif bagi masyarakat, umat Hindu khususnya. Namun jujur saja, nama KMHDI terkesan adalah nama sebuah organisasi yang kami kenal hanya melalui media- media Hindu, baik cetak maupun berita di media elektronik. Entah karena apa penyebabnya, namun ketika pertama kali kami didatangi oleh Pimpinan Pusat KMHDI, dan dari beberapa kali konsolidasi, kami yakin pada tujuan dan arah KMHDI ini.

Terlepas dari adanya sejarah cukup kelam KMHDI di Bandung, atau tepatnya kami menyebut di PD Jawa Barat ini, ada 4 orang pertama yang menjadi anggota awal proses pembangkitan kembali PD Jawa Barat yang katanya telah mengalami kevakuman. Selanjutnya dengan beberpa konsolidasi dan pendekatan, maka kami sepakat mengadakan MPAB pada tanggal 3 Oktober 2010. Dengan persiapan yang seadanya, dan koordinasi dengan beberapa alumni KMHDI, dan tentunya dibantu oleh Pimpinan Pusat KMHDI, maka MPAB kami adakan di Pura Wira Satya Dharma, Yon Zipur 9, daerah Ujung Berung, Bandung Timur.

MPAB ini diikuti oleh 28 peserta dari beberapa kampus di Bandung. Dimulai pada pukul 11.00 WIB, pelaksanaan MPAB ini dibuka oleh seorang Presidium KMHDI yang bernama Dewa Putu Wirajaya. Presidium yang berasal dari pulau dewata, Bali ini senantiasa membimbing kami yang masih awam di KMHDI ini. Pemaparan materi MPAB ini dilakukan dengan suasana yang penuh kekeluargaan. Beberapa kali gelak tawa dari peserta dan pemateri terdengar di aula Pura. Meskipun diselingi dengan canda tawa, ketika sesi tanya jawab, peserta tetap mampu memberikan pertanyaan kritis dan membangun. Namun sangat disayangkan, beberapa calon kader KMHDI yang telah mengikuti hingga materi Weda dan Panca Sradha harus meninggalkan acara MPAB.

Hingga penghujung acara MPAB yang diisi dengan pelantikan dan pembacaan SK, serta penciuman bendera Merah Putih dan bendera KMHDI, peserta yang masih setia mengikuti acara berjumlah 13 orang. Suasana menjadi semakin ceria karena akhirnya KMHDI Jawa Barat mempunyai keluarga baru. Dalam pesannya, Dewa Wirajaya selaku Presidium mengucapkan selamat atas dilantiknya kader-kader KMHDI PD Jabar. "Tentu ini merupakan kebanggan tersendiri, karena PD Jabar memiliki kader-kader muda yang potensial. Dan saya berharap agar kader-kader PD Jabar ini senantiasa berproses, karena KMHDI tidak mencetak anggota dengan instan dan langsung jadi. Namun melalui proses kaderisasi di KMHDI, kalian akan menjadi kader yang sesuai dengan karakter kalian sendiri, dengan tetap menjadi kader yang Nasionalis, Humanis, Religius, dan selalu berpikir progresif." ujar Dewa Wirajaya dalam pesannya.

Semoga dengan dilaksanakannya MPAB ini, PD KMHDI Jawa Barat mampu bangkit kembali setelah sekian lama terpuruk. Dan tentunya agar kader KMHDI Jawa Barat ini mampu mengambil peranan aktif dalam berkontribusi untuk masyarakat HIndu, khususnya di Jawa Barat. Tentunya juga kami tak lupa mengucapkan terimakasih kepada para alumni, PP KMHDI, dan segenap elemen umat HIndu di Jawa Barat yang telah membantu pelaksanaan acara MPAB ini.


Komentar Anda