Presiden: Pertahankan Empat Konsensus Dasar Indonesia

 "Kita memiliki misi untuk mempertahankan dan memperjuangkan empat konsensus dasar itu," kata Presiden dalam acara ramah tamah dan buka puasa bersama para perintis kemerdekaan, veteran, dan purnawirawan di Istana Negara, Jakarta, Jumat.

 
Presiden hadir dalam acara itu didampingi oleh Ibu Ani Yudhoyono. Wakil Presiden Boediono bersama Ibu Herawati juga hadir dalam acara yang rutin diadakan setiap tahun itu.
 
Presiden menjelaskan, keempat konsensus itu adalah satu kesatuan. Keempatnya adalah pilar yang menjadi dasar dan identitas Indonesia.
 
"Kita tidak boleh mundur dalam mempertahankan empat pilar itu," kata Presiden.
 
Kepala Negara menjelaskan, keempat konsensus dasar itu adalah buah perjuangan para pendahulu bangsa.
 
Para pendiri bangsa menggunakan segala daya upaya, termasuk perang dan diplomasi, untuk merebut kemerdekaan.
 
Oleh karena itu, sebagai generasi penerus, seluruh warga bangsa harus berani mempertahankan Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika dari setiap ancaman.
 
Generasi penerus, kata Kepala Negara, harus meneladani keberanian dan keteguhan para pejuang kemerdekaan.
 
Presiden menjelaskan, generasi penerus harus mengisi kemerdekaan dengan pembangunan di berbagai aspek kehidupan.
 
Namun, Presiden mengingatkan, kegiatan mengisi kemerdekaan itu tetap harus didasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam empat konsensus dasar Indonesia.
 
Akhir-akhir ini, muncul beberapa kelompok yang menolak Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Bahkan, kelompok lain menginginkan mengganti dasar negara dengan ideologi tertentu.
 
Selain itu, di beberapa daerah, muncul sejumlah gerakan separatis yang menolak konsep negara kesatuan.
 
Dalam perkembangannya, kepolisian telah berhasil mengungkap dan menanggulangi berbagai upaya untuk mengganti empat konsensus dasar itu.
 
Demikian dikutip dari ANTARA NEWS. Kawan-kawan dimanapun berada di antero Indonesia yang beberapa waktu lalu mengikuti satu kegiatan Mahasabha (munas/kongres) di Bali pada 29-1 Agustus 2010. Dimana salah satu kegiatannya adalah seminar nasional yang mengambil tema "Internalisasi Nila-Nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika Menuju Indonesia Jaya. KMHDI juga menegaskan akan pentingnya keberadaan 4 pilar pondasi dasar bangsa Indonesia, yaitu Pancasila, UUD RI 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. 
Saat dihadapan berbagai undangan pejabat-pejabat penting negara yang sempat dihariri oleh Ketua DPR RI, Marzuki Alie, KMHDI dalam sambutannya melalui presidium yang diwakilkan oleh D. Suresh Kumar menyampaikan akan pentingnya keberadaan 4 pilar ini. 
 
Tidak berselang lama, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menegaskan akan pentingnya mempertahankan 4 konsensus dasar negara tersebut. Andai saat pembukaan Mahabsabha VII di Bali beberapa lalu dihadiri oleh Presiden SBY, tentu akan lebih menegaskan keberadaan KMDHI di tataran nasional. 
 
Merupakan sebuah kebanggaan ketika KMHDI telah lebih dulu menyatakan dengan tegas akan komitmennya akan menjaga keempat pilar ini. Semoga kita bisa meresapi dan menginternalisasi semangat dari pesan ini, semangat menjaga keempat konsensus dasar negara republik Indonesia. Semoga.
 
Satyam Eva Jayate ! 
 
 
Komentar Anda