Syukuran Rumah Baru KMHDI “Griya Mahasiswa Hindu”




Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) menyelenggarakan acara syukuran di rumah (sekretariat) yang baru, yaitu di daerah Perumahan Cipinang Indah II, Jakarta Timur. Hadir di rumah yang diberi nama Griya Mahasiswa Hindu tersebut antara lain Bapak Gede Pasek Suardika (Alumni KMHDI yang kini menjadi anggota Komisi X DPR RI), Bapak Made Sandyasa (Sekretaris PHDI Bekasi yang juga Ketua Yayasan IT Dharma Nusantara), Desak Kutra Agustini, dan dr. Ariani Agung (dari WHDI Pusat), I Made Wisnu (Ketua Umum pertama PP KMHDI), dan alumni KMHDI lainnya, juga Presidium PP KMHDI yang ada di Jakarta (I Gde Dharma Nugraha, D. Sures Kumar dan IMS. Wirdiata), Bendahara Umum PP KMHDI dan pengurus serta anggota PD KMHDI Jakarta.

 

Kegiatan syukuran yang dilaksanakan pada tanggal 25 April 2010 tersebut dimulai pukul 15.00 WIB dan selesai sekitar pukul 18.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan acara ngobrol santai hingga malam. Sebagai acara pembuka, Presidium PP KMHDI menyampaikan pengantar yang disampaikan oleh I Gde Dharma Nugraha. Pengantar yang disampaikan tersebut intinya menekankan pada perlunya eksistensi organisasi dengan memperhatikan beberapa hal, salah satunya adalah sekretariat yang representatif. Dijelaskan juga bahwa konsep sekretariat PP KMHDI yang baru ini adalah selain untuk “pusat pemerintahan” KMHDI, juga sebagai rumah persinggahan bagi Mahasiswa Hindu, khususnya anggota KMHDI serta alumninya yang mampir ke Jakarta.

 

Setelah pengantar disampaikan oleh Dede (demikian Gde Dharma Nugaraha akrab disapa), dilanjutkan dengan diskusi. Diskusi dimulai  dengan penyampaian beberapa hal oleh Ibu dari WHDI Pusat. dokter Agung yang mewakili WHDI Pusat pertama-tama menyampaikan salam dari ketua WHDI karena berhalangan hadir. Bu dokter dalam wacana yang disampaikan menekankan bahwa pentingnya menjaga peran generasi muda dalam menunjang pelaksanaan pembangunan. Menurut dokter Agung, anak muda harusnya menempuh pendidikan, kemudian bekerja, dan menikah sebagai bentuk upaya untuk membahagiakan orang tua. Peran generasi muda akan dapat dilakukan dengan baik apabila memiliki kemampuan manajemen diri yang baik pula. Dokter Agung yang merupakan mantan aktivis mahasiswa di Surabaya itu berpesan agar keberadaan organisasi seperti KMHDI ini dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk mengembangkan potensi diri. Dalam kesempatan itu juga, WHDI Pusat menyerahkan dana bantuan pengembangan organisasi yang berasal dari sisa kas kegiatan Dharma Santih Nasional sebesar 10 juta rupiah.

 

Made Sandiasa dalam wacana yang disampaikan lebih menekankan pada pesan-pesan keagamaan. Beliau yang merupakan ketua Yayasan IT Dharma Nusantara menyampaikan bahwa IT Dharma ada untuk mendukung eksistensi Hindu agar menjadi yang terbaik dalam berbagai bidang. Sekretaris PHDI Kota Bekasi itu juga berkisah bahwa pada jamannya dulu beliau menjadi mahasiswa, belum ada organisasi kemahasiswaan seperti KMHDI sekarang ini. Beliau berharap dengan adanya berbagai organisasi Hindu, maka akan dapat menyuarakan aspirasi Hindu sehingga tidak ada lagi yang takut dan ragu mengakui diri sendiri sebagai orang Hindu. “kita harus bangga menjadi Hindu dengan meningkatkan kualitas” demikian pungkasnya.

 

I Made Wisnu yang merupakan ketua umum pertama PP KMHDI menyampaikan kilas balik terbentuknya KMHDI. Semangat generasi waktu itu terutama mahasiswa Hindu walau penuh hambatan untuk membentuk sebuah organisasi hendaknya dapat dipelihara. Beliau mengenang bagaimana usaha Mahasiswa waktu awal-awal KMHDI akan terbentuk yaiatu tahun 1990an, mahasiswa Hindu dari luar Jakarta datang sampai ke Jakarta berusaha untuk memperoleh dukungan dari tokoh-tokoh Hindu dalam event Mahasabha PHDI tahun 1990 di TMII. Banyak kisah yang disampaikan oleh Bli Wisnu mampu memotivasi yang hadir dalam syukuran ini untuk terus berjuang, mensuport orang-orang yang intens dan mau membangun Hindu.

 

Gede Pasek Suardika menyampaikan bahwa mahasiswa dalam perjuangannya ”boleh nakal” dalam artian berkreasi melakukan terobosan-terobosan untuk pembaharuan, juga mahasiswa dalam proses yang dilakoni wajar bila ada melakukan kekeliruan, tapi dari proses tersebut ia akan mendapatkan pembelajaran yang penuh arti. Demikian juga ketika beliau berada di KMHDI, proses yang ada di KMHDI tersebutlah yang memberikannya bekal sehingga bisa menjadi ”orang”. ”Siapa saja yang aktif di KMHDI pasti jadi orang” demikian yang disampaikan Anggota Komisi X DPR RI yang akrab disapa Bli Pasek. Bli Pasek juga menyampaikan ada prinsip yang bisa dipegang oleh mahasiswa bila ingin sukses, prinsip tersebut disebut 3M, yaitu Malajah (belajar), Magawe (bekerja), dan Maboya (menyangsikan, untuk membangun kebersamaan). Resep terakhir yang disampaikan oleh Bli Pasek adalah pesan Gita, yaitu investasi kaarma. Bahwa dalam mengerjakan segala sesuatu, lepaskan diri dari ikatan hasil. Lakukanlah sesuai dengan kewajiban, maka dengan sendirinya kita akan memperoleh apa yang memang pantas untuk kita peroleh.

 

Selanjutnya dilangsungkan diskusi yang membahas beberapa hal yang disampaikan oleh masing-masing tokoh tersebut. Anggota KMHDI memperoleh tambahan wawasan dari diskusi itu, selain karena mendengar, juga karena aktif dalam diskusi. Setelah diskusi selesai, lantunan do’a disampaikan oleh dr. Agung untuk menambah hikmadnya acara yang kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh IMS. Wirdiata, potongan tumpeng pertama diberikan kepada Bli Wisnu yang merupakan mantan ketua umum KMHDI yang pertama, dan dilanjutkan diberikan kepada undangan lainnya. Setelah potong tumpeng selesai, dilanjutkan dengan santap bersama beberapa hidangan yang telah disiapkan. Tidak sampai disana, setelah santap bersama dan beberapa tamu undangan meninggalkan Griya Mahasiswa Hindu, anggota KMHDI bersama PP KMHDI dan alumni mengadakan sima krama.

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai