Semarak Perayaan Galungan dan Kuningan

Galungan merupakan salah satu Hari Raya besar bagi umat Hindu di seluruh Dunia. Di India Hari raya ini lebih dikenal dengan nama Wijaya Dasami / Dasara. Baik Galungan (dari bahasa Jawa Kuna/Sunda) ataupun Wijaya (dalam bahasa Sansekerta) keduanya memiliki arti yang sama yakni "menang". Perayaan yang dilakukan setiap dua kali setahun berdasarkan perhitungan tahun Surya ini memiliki makna sebagai ungkapan kemenangan dharma atas adharma yang tepatnya dilaksanakan setiap hari Rabu Kliwon (wuku) Dungulan.

Galungan

Hari raya yang sejarahnya termuat dalam lontar jawa kuna Kidung Panji Amalat Rasmi dan lontar Purana Bali Dwipa ini di Bali mendapat libur fakultatif/tidak wajib selama 3 hari mulai dari tanggal 13-15  Oktober untuk PNS ataupun karyawan swasta, sedangkan sekolah mendapat libur selama 2 pekan, mulai dari tanggal 12-26 Oktober terkait dengan pelaksanaan hari raya Kuningan yang jatuh pada tanggal 24 Oktober nanti.

Rangkaian pelaksanaan hari raya galungan ini meliputi Sugihan Jawa (8 Oktober), Sugihan Bali (9 Oktober), Penyekeban (11 Oktober), Penyajahan (12 Oktober), Penampahan (13 Oktober), Galungan dan Manis Galungan (15 Oktober).

Penjor
Penjor, sebagai salah satu simbol kemeriahan dari perayaan ini, dipasang disetiap rumah dan pura pada waktu Penampahan tepatnya setelah menghaturkan banten Penampahan Galungan sebagai makna tegaknya Dharma.
Peringatan setiap 210 hari ini juga ramai dirayakan melalui Facebook menggunakan notifikasi, Gambar ber-tag ataupun Event untuk mengundang teman-teman mereka merayakan bersama hari yang meriah ini.

Sumber:
http://www.geocities.com/hinduraditya/agamahindu/hariraya-1.htm
http://www.undiknas.ac.id/makna-hari-raya-galungan-dan-kuningan.html
http://inilah.com/berita/politik/2009/10/12/166793/yiihaa-bali-libur-3-hari/
http://balivillasrentals.com/balinews/2009/10/galungan-day/
http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=15&id=21928
http://e-kuta.com/blog/index.php/makna-penjor-galungan
http://www.babadbali.com/canangsari/hkt-penjor-penggunaan.htm

Komentar Anda