Lirih sang pelangi

Pelangi.. Pesona warna yang mengagumkan dan memancarkan keindahannya, dengan lengkungan yang menukik ke arah bumi, seakan memamerkan keindahannya pada kita semua. Namun hal yang saya sangat kagumi daripada pelangi, berada pada beragam perbedaan yang ada pada dirinya..
Ketika kita masih bergelut pada masa kecil, yang begitu indahnya yang di kelilingi berbagai macam keindahan dunia, tapi ada satu karya Tuhan yang sangat saya kagumi. Pelangi.. Pesona warna yang mengagumkan dan memancarkan keindahannya, dengan lengkungan yang menukik ke arah bumi, seakan memamerkan keindahannya pada kita semua. Namun hal yang saya sangat kagumi daripada pelangi, berada pada beragam perbedaan yang ada pada dirinya..
    Tengoklah berbagai macam warna yang menyelimutinya. Rasa kekaguman saya semakin bertambah, tatkala saya menyadari bisikan pelangi yang begitu merdu membisikan telinga saya akan indahnya bahasa alam.
Ketulian saya akan bahasa alam yang begitu lama membekap, perlahan mulai melonggarkan pelukan eratnya dari hati dan jiwa. Ketika bisikan pelangi menyelinap masuk ke dalam raga dan mengusik kehampaan hati, kemudian bertutur akan kejernihan dan rahasia keindahannya.
    "Lebih baik terlambat daripada tuli selamanya". Walau pelangi telah lama berbisik, bahkan menyanyi untuk kita semua, kepada Anda dan saya, tapi, mengapa kita seakan tertulikan oleh berbagai macam kegelapan yang mendekap hati kita. Namun, tatkala kita telah mendengar bisikan lirih sang pelangi, maka perlahan dan pasti, hati serta hidup ini bisa menjadi seindah pelangi.
    Sadarkah kita, pelangi dengan pesonanya yang begitu menelusup kedalam jiwa, adalah tak lain karena kemampuan pelangi untuk merangkul berbagai warna perbedaan, tanpa membedakan, dan merangkulnya dalam ‘pelukan yang sama mesra’, sehingga terciptalah sebuah keindahan yang begitu menyihir hati dan jiwa karena nyanyian keindahan daripada sang pelangi. Manakala beragam warna yang dimiliki pelangi, mampu kita rangkum menjadi satu, maka akan tercipta sebuah warna kesucian, warna putih. Alangkah sucinya pelangi, yang bisa menyatukan beragam warna, dan ketika bersatu, telah terciptakan sebuah keindahan nan suci. Nyanyian dari untaian nada diiringi dengan rangkulan pelukan terhadap perbedaan yang ada, menciptakan lukisan terindah buah karya Tuhan.
    Ketika kita bisa mengambil makna dari sang pelangi, dan melarutkannya dalam kehidupan sehari – hari, maka percayalah, Anda, saya, atau siapa saja yang melaksanakannya, akan mampu menghiasi dunia ini dengan pelangi kehidupan, dimana kita semua terlarut dalam keindahan yang dimiliki pelangi.
    Saya memohon maaf yang sebesar – besarnya, saya sama sekali tiada mencoba untuk menggurui Anda semua, saya hanya mencoba menangkap apa yang saya dengar dari bisikan pelangi, dan melontarkannya kepada Anda. Namun, saya mengharapkan lontaran dari tuturan kata – kata ini, dapat kita rangkai menjadi nada – nada indah nan merdu dan membalas nyanyian yang sudah sekian lama dilantunkan oleh pelangi, namun, oleh karena ketulian daripada telinga hati saya, sehingga saya tidak pernah membalas nyanyian indah pelangi.
    " Mendengarkan nyanyian lirih sang pelangi, dan dengan kidung kerendahan hati, kita balas lantunan indah nyanyian lirih sang pelangi ".

Komentar Anda