Nilai Sebuah Pemberian




NILAI SEBUAH PEMBERIAN

By: Wayan Brisk

(Wakil Ketua Eksternal PD KMDI SULTRA 2009-2011)

Dalam ajaran agama hndu, ada pemberian yang dianjurkan dan ada pula pemberian yang dilarang. bagaimana kita menilainya?  Pada umumnya kalau kita bicara mengenai dana atau pemberan, terbayanglah tetapi unsure uang, unsure harta benda didalamnya, yang dinamakan Artha Dana. Namun disamping dana atau pemberian yang berbentuk uang dan harta benda, ada dua macam dana lagi dalam agama hindu yaitu, Brahma Dana yang artinya pemberian ilmu pengetahuan dan Abhaya Dana yang artinya pemberian keamanan dan perlindungan dari bahaya. Ilmu pengetahuan itu bukan benda, demikian juga keamanan, tapi keduanya termasuk dalam kelompok dana atau pemberian. Sebenarnya ketiga macam dana taau pemberian itu saling berkaitan satu dengan yang lainnya.

Disamping berkaitan dan saling mempengaruhi antara ketiga macam dana itu, ada sesuatu yang lebih tinggi dan memberi nilai pada masing-masing dana atau pemberian itu sendiri adalah Nilai Moral. Nilai moral bisa merubah suatu pemberian itu menjadi pemberian yang dianjurkan atau pemberian yang dilarang. Nilai moral yang mewarnai suatu pemberian itu menurut agama hindu ada tiga macam yaitu Satwa,Rajah,Tamah yang dapat diartikan Utama,Menengah dan rendah. Dalam Bagawad gita bab XVII (20-22) disebutkan:

Pasal 20 : sedekah yang diberikan tanpa mengharapkan kembali dengan keyakinan sebagai tugas untuk memberikan pada waktu dan tempat yang tepat dan kepada orang yang patut disebut Satwika.

Pasal 21 : tetapi sedekah yang diberikan denagn harapan untuk memperoleh keuntungan dikemudian hari atau dengan perasaan keberatan untuk memberiakannya dinamakan Rajasa.

Pasal 22 : dan sedekah yang diberikan pada kesempatan dan waktu yang salah kepada mereka yang tidak patut dengan cara mencemooh atau dengan penghinaan dinamakan Tamasa.

Demikianlah nilai-nilai moral yang mewarnai suatu pemberian sehingga ada pemberian yang dianjurkan karena keutamaannya dan ada yang dilarang karena nilainya menengah apalagi rendah. Hanya satu warna pemberian yang dianjurkan yaitu yang bernilai Satwa atau Utama. Hal ini tidak melihat mahal atau murahnya pemberian, banyak atau sedikitny, tetapi yang dilihat adalah sikap, mental yang mengantarkan pemberian itu serta tempat,waktu dan keadaan kedua belah pihak pada saat pemberian itu dilakukan.







Dipelihara, karena menyebabkan pikiran selalu keruh.kebencian tidak akan bisa dilenyapkan dengan kebencian.hanya cinta kasihlah yang bisa melumpuhkan kebencian.Jika anak anda melakukan kesalahan kepada anda,apakah anda akan panggilkan polisi agar anak anda dipenjara ? Jika bisa melihat orang lain seperti perasaan melihat anak sendiri maka kebencianpun lenyap.kecintaan alamiah adalah cinta pada anak. Seorang anak walaupun mukanya bopeng tetap cantik di mata seorang ibu.Iri hati sama jeleknya dengan kemarahan.Iri hati timbul karena ego dan kemelekatan,iri karena melihat orang lain berhasil sedangkan aku tidak berhasil.Iri hati hanya menyiksa diri sendiri,karena orang yang menjadi obyek iri hati,dia sendiri tidak perduli dan tetap senang,mengapa anda tidak bisa tidur dan dada tersa panas melihat orang lain bersenang-senang,bukankah ini suatu kebodohan? Cinta bisa dilatih dan dipelajari walaupun sulit tetapi bisa.

Ketakutan adalah bukti dari kelemahan dan keterikatan,orang kaya takut hartanya dicuri orang,orang yang mempunyai kedudukan memegang jabatan pemerintahan takut untuk diberhentikan,seorang istri takut ditinggal suaminya dan hampir semua manusia yang hidup takut dengan kematian.Mengapa kematian harus ditakuti,apakah keadaan alam baka lebih buruk dari dunia ini?

 

 

Komentar Anda