MPAB IX PC KMHDI Buleleng

Om Swastyastu,

      Hari Sabtu, tanggal 9 Mei 2009, kami (Anom Gautama selaku Presidium Pusat dan saya selaku pendamping & tour guide 🙂 ) melakukan perjalanan ke kota Singaraja, untuk mengunjungi pelaksanaan MPAB IX oleh panitia dari PC-KMHDI Buleleng. Acara pembukaan MPAB sebenarnya telah dilakukan sehari sebelumnya, yaitu tanggal 8 Mei 2009, sedangkan MPAB ini sendiri akan dilaksanakan selama 3 hari hingga hari minggu 10 Mei 2009. MPAB ini mengangkat post_title “Dengan MPAB IX PC-KMHDI Buleleng, Kita bentuk Generasi Muda Hindu yang Religius, Humanis, Progresif dan Nasionalis”.

      Meskipun acara sangat padat dan waktu pelaksanaan yang cukup panjang, namun panitia dan peserta MPAB terlihat sangat antusias mengikuti acara. Peserta kali ini cukup banyak, berjumlah 36 orang dan panitia yang berpartisipasi berjumlah kurang lebih 20 orang. Panitia yang ketuai oleh Ni Luh Meri Handayani, dan didampingi sekretaris Wayan Agus Saputra, dan bendahara Ni Wayan Hendra Wati, serta sebagai koordinator, Kartika Sari dan Kadek Antari pada sie Acara & Materi dan Konsumsi.

      Acara dan materi yang diberikan pada MPAB ini cukup beragam, disamping materi-materi dasat KMHDI, diberikan pula materi-materi umum yang penting, seperti Kepemimpinan Hindu dan Modern, Diskusi seputar kesehatan dan tips menjaga kesehatan dengan nara sumber dari Akademisi dan Praktisi, Yoga, dan kegiatan-kegiatan lainnya.

      Pada hari kami berkunjung, datang juga Bli Nyoman Suwita sebagai ketua PC-KMHDI Buleleng yang pertama, yang juga sebagai arsitek penggagas gerakan Mahasiswa Hindu yang waktu sedang mengalami krisis. Beliau menceritakan perjalanan beliau sebagai mahasiswa semester terakhir di perguruan tinggi ilmu keguruan yang sekarang dikenal dengan nama Undiksha; meskipun mahasiswa namun semangat beliau sangat besar, bahkan ketika beliau sudah tidak menjabat sebagai ketua dan telah bekerja sebagai pengajar di Sekolah Menengah Kejuruan di Gianyar, beliau masih sempat mengadakan MPAB yang pertama. Sampai kini beliau telah mengabdi mencerdaskan bangsa ini, masih menekuni profesi sebagai pengajar di sekolah tersebut. Bli Kayun dan PD KMHDI Bali juga hadir mengiringi kegiatan ini, memberikan banyak masukan dan motivasi untuk peserta.

      Di sela-sela acara tersebut, nampak hadir juga seorang pembesar PC KMHDI Malang, saudara Gembul, memberikan semangat dan motivasi kepada peserta. Memang kita akui, saudara Gembul selain sebagai pembesar memang pasangan yang cocok untuk saudara Anom Gautama, tanpa Gembul dan Anom, PC KMHDI Malang tidak pernah mendapat nilai 10. (hehehehe… ini saudara Gembul sendiri yang bercerita, mohon maaf apabila terdapat persamaan nama maupun kejadian).

      Kegiatan berlangsung dengan lancar hingga hari penutupan. Kegiatan penutupan tidak saya hadiri namun saya mendapatkan laporan dari pihak terkait (ketua Panitia). Sekian laporan dari saya, kurangnya saya minta maaf, kalo lebihnya silahkan dibawa pulang. 


Om Santih, Santih, Santih, Om 


Satyam Eva Jayate…!


Komentar Anda