Kesegaran Ala PC KMHDI Malang

Penat nampaknya merundung di benak awak Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) PC Malang. Tak ingin berlama-lama terjebak disitu, Rabu hingga Kamis (20-21/5) lalu mereka akhirnya sepakat untuk mengadakan refreshing.

Meski hanya dua hari, acara yang disebut Rama Dewi, sang Ketua KMHDI sebagai “Refreshing untuk Keakraban” ini cukup meninggalkan kesan yang berarti. Tak ada lagi awan penat menggelayut di wajah-wajah anggota dan pengurus KMHDI usai terlibat di acara ini. Yang ada hanya keceriaan dan “kesegaran” tentunya.
Rabu malam, beberapa awak KMHDI telah terlihat berkumpul di Asrama Gunung Agung (Asga) di bilangan Kartini. Sisanya, ada yang menunggu di markas “Jupe” KMHDI. Sejumlah alat-alat pendukung seperti karpet dan sound system mulai dikemasi. Keberangkatan yang hanya memakai sepeda motor, membuat mereka harus membagi-bagi tugas untuk membawa segala peralatan yang lumayan berat tersebut.

Dari Asga, mereka lalu bergerak menuju markas di jalan Jupiter untuk “menjemput” kawan-kawan yang menunggu disana agar bisa berangkat bersama. Suasana kebersamaan memang kental ditanamkan di benak awak KMHDI. Karena hari itu sebagian besar baru pulang kuliah, tak dipungkiri segurat wajah lelah nampak tergambar. Namun raut lelah itu segera sirna ketika rombongan tiba di vila yang ada di wilayah Selekta. Kebun apel di depan vila bergaya etnik modern menyambut untuk pertama kali. Lokasi vila yang tinggi, membuat awak KMHDI dapat menyaksikan gemerlapnya lampu-lampu yang terlihat bertaburan dari jauh.

Sebagai pemanasan, pengurus inti yang merangkap sebagai panitia memberikan games bagi peserta dari angkatan 2006 hingga 2008 yang seolah dipersiapkan sebagai penerus organisasi yang berencana menggelar Sabha Juni mendatang. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap orang di masing-masing kelompok diwajibkan untuk menghapal semua nama anggota kelompoknya. Games ini cukup efektif untuk membuat peserta menjadi lebih mengenal satu sama lain.

Selanjutnya, semua peserta dibagi menjadi dua kelompok besar. Satu kelompok ada yang bertugas memasak, sementara yang lain bertugas membuat jagung bakar. Malam semakin larut, tapi awak KMHDI terlihat semakin bersemangat. Meski baru makan pukul 11 malam, namun tak menyurutkan keinginan mereka untuk beradu gelak tawa. Namun tawa itu harus berhenti sejenak, karena panitia mengadakan acara “curhat” yang hanya diterangi temaram cahaya lilin. Semua peserta mengungkapkan semua isi hati mereka tentang kondisi keluarga masing-masing. Tidak sedikit yang sampai menitikkan air mata. Meski begitu, acara ini justru membuka nuansa keterbukaan antar anggota untuk saling memahami dan berempati.

Hari kedua merupakan hari penuh games. Usai jalan-jalan pagi dan senam bersama, sepanjang hari tersebut hingga menjelang pulang, peserta disuguhi beraneka macam games. Mulai dari games “Jalan Tikus” yang berlangsung di outdoor dan cukup menguras tenaga dan keringat hingga games indoor “AAZZ” yang hanya duduk dan mengandalkan ketajaman strategi otak. Semua games ini mempunyai pesan moralnya sendiri-sendiri dan tak jauh-jauh dari seputar organisasi dan menjadi seorang organisator. Uniknya lagi, menjelang akhir acara peserta juga didaulat untuk bermain drama dengan genre horror dan drama.

(Putu Ayu Rindra – PC KMHDI Malang)

Komentar Anda