Refleksi 15 Tahun KMHDI

Refleksi 15 tahun KMHDI
Om Swastyastu
Om Awignam Astu Namosidham

KMHDI melihat kebelakang…
Sejarah berkata “jangan engkau lupakan aku atau engkau akan lupa dirimu sendiri…”

KMHDI terbentuk karena adanya sebuah keinginan dari Mahasiswa Hindu untuk memiliki wadah bersama. Hal ini muncul pada saat diadakannya panel Forum dan Dialog Mahasiswa Hindu oleh KMHD UGM pada tahun 1991, dengan banyak hal yang terjadi (Selengkapnya ada di Buku Pedoman Kaderisasi II, materi MPAB) maka berhasil dilaksanakannya konggres pertama di Bali pada tanggal 1-4 September 1993, secara defacto pada tanggal 3 September 1993 sebuah Ormas Mahasiswa Hindu Indonesia dengan nama KMHDI lahir. Sejarah mencatat itu…
Itu kejadian 15 tahun yang lalu, apa yang sudah dilakukan KMHDI pada usia yang masih muda ini? Dengan cita-cita awal berdirinya jelas KMHDI lahir untuk menjadi wadah bersama bersatunya mahasiswa hindu di Indonesia. Saat ini KMHDI telah memiliki 13 Pimpinan Daerah dan 12 Pimpinan Cabang. Di setiap daerah yang ada KMHDI akan mencoba menjadi wadah bagi Mahasiswa Hindu setempat dengan tidak melupakan ciri lokal dan karakter daerah tersebut. Namun tetap setiap kader KMHDI harus memiliki jati diri Religius, Humanis, Nasionalis, dan progresif. Untuk pembentukan kader yang sesuai dengan jati diri dan cita-cita organisasi maka Kaderisasi menjadi harga mati. Sejak tahun 1999 KMHDI telah memiliki sebuah sistem Kaderisasi yang ditandai dengan penerapan penerimaan dengan mpab untuk petama kalinya di Surabaya dan Malang dalam waktu yang hampir bersamaan. Dalam tahun 1999 ini telah dibuat beberapa Buku Pedoman KMHDI yang menandakan semakin matangnya organisasi ini. Pada tahun 2001 saat Rakernas di Bali buku-buku ini disosialisasikan dan pada Mahasabha V tahun 2006 di Bandung buku ini di sahkan untuk menjadi Buku Pedoman KMHDI di setiap daerah. Selain pemantapan kondisi internal KMHDI tidak lupa untuk membangun jaringan eksternal keumatan maupun non keumatan. Jalinan komunikasi dan kerjasama dengan PHDI Pusat dan beberapa organisasi hindu lain selalu dilakukan, mengingat KMHDI merupakan salah satu ormas Hindu yang ada di Indonesia. Hubungan eksternal non keumatan dilakukan terutama dengan Pemerintah dan penyelenggara aparatur negara yang lain. Sedangkan hubungan yang lain dilakukan dengan Ormas, OKP, dan LSM yang memiliki sebuah pandangan yang sama dengan KMHDI.
Ada banyak hal yang tidak bisa terangkum dalam tulisan ini termasuk penyelenggaraan MAHASABHA I-VI, Rakornas I-V dan Rakernas I-V yang tentunya menghasilkan hal-hal yang positif bagi organisasi yang masih muda ini. Yang jelas KMHDI akan terus berproses mengikuti perkembangan yang ada sehingga dapat tetap eksis selalu. Mencetak banyak kader yang berkualitas dan selalu menjalankan Dharma Agama dan Dharma Negara. Akhir kata mari kita ucapkan bersama-sama

“Selamat Dies Natalis KMHDI yang ke 15 Tahun ”

Ada banyak kata untuk menggambarkan kebahagiaan ini, ada banyak acara untuk memperingati hari bersejarah ini, namun satu hal yang perlu kita ingat bagi segenap anggota dan alumni KMHDI, kita akan selalu bersaudara dalam KMHDI

Satyam Eva Jayate

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai