Penyucian Diri Umat Hindu di Surabaya

Umat Hindu yang ada di Surabaya dan sekitarnya kemarin (2/3) melaksanakan ritual Melasti. Upacara ini erat kaitannya dengan Hari Raya Nyepi Tahun Baru 1930 Saka yang berlangsung lima hari setelahnya. Sekitar 7 ribu umat bergabung bersama dalam acara yang dipusatkan di Pura Agung Jagad Karana itu. Mereka yang datang dari luar Surabaya antara lain berasal dari Sidoarjo, Mojokerto, Lamongan, dan Gresik.

            Upacara Melasti sendiri dilaksanakan di Pantai Kapangan Aru di kompleks Akademi Angkatan Laut. Ribuan umat Hindu tersebut berangkat beriringan dari Pura Agung Jagat Karana menuju tempat Melasti dilaksanakan. Kebanyakan dari mereka berjalan kaki walaupun banyak juga yang menggunakan kendaraan baik motor maupun mobil.

            Sekitar pukul 12 siang, upacara melasti itu dimulai. Ritual pekelem menjadi pembuka rangkaian melasti hari itu. Pekelem sendiri adalah persembahan hasil bumi, baik berupa hasil pertanian maupun ternak, ke laut oleh umat. Di sini, umat mempersembahkan hasil bumi yang mereka bawa sebagai wujud rasa syukur.

                Acara dilanjutkan dengan Dharma Wacana oleh I Nyoman Sutantra, dosen ITS sekaligus tokoh keagamaan di Surabaya. Isi dari Dharma Wacananya banyak menyinggung tentang tata krama atau sikap yang seharusnya dilakukan oleh umat Hindu di jaman sekarang ini. Ada siklus Dharma yang harus dipahami dan dilaksanakan yaitu Sat, Cit, dan Ananda. Itu dapat diaplikasikan dalam Tri Hita Karana melalui pelaksanaan Panca Yadnya.

     Acara setelah itu dilanjutkan dengan persembahyangan bersama. Umat bersembahyang dengan khidmat dipimpin oleh pinandita yang bertugas. Selesai persembahyangan, semua umat mendapat Thirta Amerta yang dipercaya mampu menyucikan diri. Akhirnya saat semua umat telah mendapatkan Thirta, persembahyangan ditutup. Umat pun kembali ke Pura Agung Jagad Karana sekitar pukul dua siang.

           Upacara Melasti ini juga diiringi oleh persembahan musik gong dari beberapa sekehe gong yang ada di Surabaya dan sekitarnya. Tercatat ada beberapa sekehe gong yang berpartisipasi yaitu dari Pura Segara Surabaya, Pura Agung Jagad Karana, Pura Jala Sidhi Amertha, dan Lamongan.

           I Made Sueca dalam pengumumannya setelah persembahyangan mengatakan bahwa terdapat banyak agenda sehubungan dengan rangkaian pelaksanaan Nyepi tahun ini. Selain melasti seperti yang tersebut di atas, pada hari Kamis (6/3) atau sehari sebelum Nyepi, akan dilaksanakan upacara Tawur Kesanga yang dipusatkan di Pura Agung Jagad Karana. Sementara pada hari Sabtu, upacara Ngembak Geni akan dipusatkan di Pura Segara Surabaya. Kemudian, selain upacara-upacara yang memang termasuk rangkaian perayaan Nyepi, umat Hindu Surabaya kembali akan menghelat Dharma Shanti gabungan pada 30 Maret 2008. Acaranya sendiri rencananya digelar di Wantilan Agung Dewaruci, Pura Segara Surabaya.

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai