Dharma Bhakti ‘Tat Twam Asi’ NTB

Setelah suksesnya kegiatan Dharma Bhakti I PD KMHDINTB pada 24 Juni 2007 di Dusun Montong Galur, Desa Duman, Kec. Lingsar-Lombok Barat, yang telah berhasil membantu warga Montong Galur meratakan tanah pembangunan Pura Dalem dan memberikan bantuan pembangunan Pura sebesar Rp. 500.000,- maka di awal Tahun 2008 ini tepatnya pada hari Kamis, 7 Februari 2007 kembali diadakan DHARMA BHAKTI II yang berlokasi di Banjar Dharma Yasa, Dusun Gumesa, Desa Banyu Urip, Kec. Gerung_Lombok Barat. Bila pada Dharma Bhakti I hanya melibatkan Anggota PD KMHDI NTB, PC KMHDI Mataram dan Forum Komunikasi Siswa Hindu Mataram (FOKUS Hindu Mataram) yang semuanya berjumlah 60-an orang, maka pada Dharma Bhakti II pesertanya berasal dari PD KMHDI NTB, PC KMHDI Mataram, BEM STAHN Gde Pudja Mataram, KMHD UNRAM, UKM Hindu “Sandya” IKIP Mataram, KMHD Univ. Mahasaraswati Mataram, KMHD STMIK Bumi Gora Mataram, Unit Kerohanian Hindu POLTEKES Mataram, STIKES Yarsi Mataram, STIKES Mataram, Beberapa Mahasiswa Hindu Universitas Al-Azhar, Mahasiswa Hindu LP3i Mataram, serta tidak ketinggalan FOKUS Hindu Mataram beserta perwakilan SMA/SMK yang ada di Mataram diikuti oleh 120 peserta.

Kamis pagi dengan langit sedikit dihiasi mendung, sejak pukul 07.00 wita  peserta telah memadati halaman kampus utara STAHN Gde Pudja Mataram. Sebelum acara pembukaan, seluruh peserta mengadakan persembahyangan bersama di Pura Saraswati STAHN Gde Pudja Mataram. Sekitar Pukul 08.15 wita Ketua PHDI NTB, Dr. I Komang Gerudug, MPH hadir untuk membuka acara ini. Dalam laporan Agus Eka Juniartha selaku ketua panitia menyampaikan bahwa dengan DHARMA BHAKTI II yang akan dilanjutkan dengan DHARMA BHAKTI III dan seterusnya, diharapkan kedepannya nanti, kita sesama umat Hindu agar lebih saling memperhatikan dan bahu-membahu.

Oleh Ketua PD KMHDI NTB “Memang semestinyalah Generasi Muda Hindu, khususnya yang ada di daerah kita dapat bersatu dalam membangun umat, tidak terkotak-kotak. Dan melalui kegiatan-kegiatan seperti ini mari kita pupuk rasa kebersamaan kita, persaudaraan kita seperti tema yang kita usung “TAT TVAM ASI”, demikian ditegaskan oleh I Made Sri Wirdiata (K’ WeeR) dalam sambutannya menyemangati para peserta Dharma Bhakti II. Ketua PHDI NTB dalam sambutannya menyatakan sangat senang, bangga dengan kegiatan-kegiatan seperti ini “dulupun waktu saya seusia adik-adik, sangat senang bisa melaksanakan kegiatan sosial begini. Anda inilah calon penerus kami, untuk itu kami menyambut baik dan akan terus mendukung kegiatan seperti ini” tandas Pak Ketua PHDI.

Pukul 09.15 Wita, dengan menggunakan 2 truk, 1 buah mobil pick up serta beberapa sepeda motor, peserta DHARMA BHAKTI II menuju lokasi kegiatan. Banjar Dharma Yasa Dusun Gumesa yang terletak ± 200 meter di atas permukaan laut dicapai dalam waktu hampir 1 jam. Perjalanan menuju lokasi tersebut, harus melalui medan yang cukup berat. Jalan-jalan mendaki bukit yang cukup terjal, ditambah tikungan tajam dan kondisi jalan yang ‘kurang baik’, bahkan sangat rusak membuat truck yang ditumpangi berguncang, dan beberapa peserta terpaksa memejamkan mata karena agak pusing. Tapi hal ini sama sekali tidak menyurutkan semangat peserta. (Anggap aja lagi naik roller coaster..he..he..) Apalagi pemandangan di sepanjang jalan sangat indah. Hamparan sawah, ditambah hijaunya pepohonan di kanan kiri jalan, lembah, dan bukit- bukit sekitar, membuat mata tak bisa berpaling dari keindahannya.
      
Setiba di pelataran Banjar Dharma Yasa dusun Gumesa, ‘pasukan’ DHARMA BHAKTI II disambut oleh kelihan banjar, Pemangku, tokoh-tokoh masyarakat,  Ketua dan anggota Teruna-teruni beserta segenap warga setempat. Telah hadir pula disana Kasi Bimas Hindu Kabupaten Lombok Barat (Pemangku I Nyoman Gunanta, A.Md) dan Penyuluh Bimas Hindu Kanwil Depag NTB (Pak Dewa) yang diundang oleh panitia untuk memberikan Dharma Tula. Setelah mendapat pengarahan dari Korlap (Desak Made
Yoniartini) sekitar lima belas menit berada di balai banjar, para peserta DHARMA BHAKTI II kemudian mengawali kegiatan dengan mengadakan pembersihan di Pura Lingsar Senang (Pura Lingsar yang terletak di daerah yang bernama “Senang”). Untuk menuju Pura tersebut, dari balai banjar peserta harus berjalan kaki menuruni bukit sekitar dua puluh menit, melalui jalan setapak berbatu-batu yang melewati rumah-rumah dan persawahan milik penduduk. Pura Lingsar Senang, terletak di lembah yang dikelilingi sawah dan kebun. Suasana damai dan sejuk langsung terasa begitu memasuki wilayah Pura ini. Sebuah sungai, menjadi pembatas antara bagian Jaba Pura dan Bagian Utama Pura. Setengah bagian jaba Pura, dipagari rumpun-rumpun bambu, sedangkan pohon-pohon beringin berukuran besar menaungi beberapa bagian lainnya. Nama Pura Lingsar ‘Senang’, rasanya sangat cocok untuk Pura tersebut…Why? Soalnya kondisi pura yang asri dan sejuk, membuat kita merasa ‘senang’ dan betah berada di lingkungan Pura. Udara panas dan terik Matahari yang menghapus mendung selama perjalanan pun tak terasa lagi.
      
Begitu tiba disana, peserta segera membagi tugas. Ada yang bertugas membersihkan bagian Utama Pura dari sampah dan lumut, ada juga yang membersihkan rumput-rumput serta menyapu bersih sampah di bagian jaba Pura. Beberapa dari peserta, bahkan turun ke sungai yang airnya dangkal, untuk membersihkan sampah di sungai tersebut. Setelah seluruh lingkungan Pura terlihat bersih, peserta mencuci tangan dan berkumpul untuk mengadakan persembahyangan bersama. Pukul 10.50 Wita, peserta meninggalkan Pura Lingsar Senang untuk selanjutnya membersihkan Pura Lingsar Gumesa.

Untuk menuju Pura Lingsar Gumesa dari Pura Lingsar Senang, peserta kembali harus melalui perumahan, sawah, serta ladang Penduduk. Matahari bersinar sangat terik, menyengat, menemani perjalanan. Tapi (salut deh buat semua temen- temen), semangat kami, tak akan putus hanya karena ‘cobaan’ ini. (Ganbatte Kudasai…Fight…Semangat semuanya!!)

Sekitar setengah jam kemudian, tibalah kami di Pura Lingsar Gumesa. Kebalikan dari Pura Lingsar Senang yang sejuk, Pura Lingsar Gumesa berhawa sangat panas dan terik. Di bagian sisi luar Pura, terdapat kolam lele berukuran cukup besar, yang dihuni puluhan lele yang dipelihara warga sekitar. Lingkungan Pura dikelilingi hamparan sawah dan hampir tidak ada pohon besar yang mampu melindungi peserta dari teriknya sinar matahari. Tapi dengan ‘full spirit’, peserta bahu membahu membersihkan semua lingkungan Pura. Sekitar pukul 12.10 Wita, lingkungan Pura telah bersih, peserta kembali berkumpul di dalam Pura untuk melakukan persembahyangan bersama.
      
Dari Pura Lingsar Gumesa, our last destination, adalah balai banjar Dharma Yasa Gumesa. Peserta kembali mengadakan persembahyangan bersama di Pura Banjar yang dipimpin langsung oleh Pak Kasi Bimas Hindu Lombok Barat. Setelah itu bersama- sama berkumpul di balai banjar untuk menikmati “nasi bungkus” yang telah disiapkan. Udara panas karena mendung yang tiba-tiba datang kembali, ditambah perut yang lapar, membuat peserta dengan penuh suka cita menikmati nasi bungkus yang telah disiapkan. Sebagai acara puncak dari DHARMA BHAKTI ini adalah Pemberian Sumbangan dan Dharma Tula. Setelah makan siang di balai banjar, dilakukan acara penyerahan sumbangan. Oleh Ketua PD KMHDI NTB (Wirdiata) diserahkan bantuan uang tunai Rp. 750.000,. untuk dana tambahan rencana pembangunan pura Dalem, yang sampai saat ini belum terlaksana karena belum mendapatkan lokasi yang tepat. Dana yang diterima oleh kelihan banjar (Pak Rauh) tersebut diperoleh ari Dana Punia peserta, banjar-banjar, Instansi, dan Para Dermawan/wati lainnya yang dihimpun oleh panitia. Kemudian Penyerahan Kekawin Sutasoma yang dibeli oleh Panitia bagi Bapak-bapak penggemar “Pepaosan” diserahkan oleh Kasi Bimas Hindu Lombok Barat. Melihat Kondisi kesadaran masyarakat setempat yang masih sangat rendah untuk bersekolah, maka panitia juga telah menyiapkan 50 paket bantuan alat-alat sekolah. Paket yang diserahkan oleh Mbak Dewiyana (Ketua Departemen Litbang PP KMHDI dari Jember-Jatim, yang sedang liburan di Mataram) Penyuluh Depag Propinsi (Pak Dewa), Ketua PC KMHDI Mataram (Jasa Barus), dan Ketua Panitia (Eka Juniartha) tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat adik-adik SD yang kuat keinginannya untuk bersekolah namun kurang mampu. Memang kalau dilihat dari permasalahan yang menyebabkan kurangnya minat warga untuk bersekolah, adalah jarak SMP dan SMA yang sangat jauh di bawah dari bukit tersebut, dan lagi akses/jalan yang tidak mendukung.
      
Setelah acara pembagian bantuan selesai, acara dilanjutkan dengan dharma tula yang diisi oleh Pak Gunanta (Kasi Bimas Hindu Lombok Barat) dan Bapak Dewa Mudarsana, S.Ag. Topik yang diangkat adalah “Peningkatan Mutu Generasi Muda Hindu Melalui Pendidikan” hal ini cukup tepat untuk saat itu karena kurangnya kesadaran warga untuk mengenyam pendidikan (memang karena sekolahnya sulit dicapai, terutama SMP dan SMA). Sebelumnya Pak Gunanta memberikan sambutan dan memotivasi para peserta Dharma Bhakti II yang rupanya mulai kecapaian. Rupanya Motivasi dari pak Gunanta mampu “membakar” kembali semangat para peserta “99,99% kegiatan adik-adik ini berhasil” ungkapnya. Hal itu disambut dengan riuh tepuk tangan yang memenuhi pelataran Balai Banjar. Hujan yang mulai turun juga mampu menambah kesejukan saat itu. Akhirnya pukul 14.30 Wita, para peserta bersiap menaiki kendaraan untuk kembali ke STAHN Gde Pudja Mataram kemudian untuk pulang ke rumah masing-masing. Terimakasih untuk semua pihak yang telah membantu dalam kegiatan ini, semoga DHARMA BHAKTI II ini dan DHARMA BHAKTI selanjutnya dapat mempererat tali persaudaraan kita dalam indahnya balutan kasih Hindu, indahnya “TAT TVAM ASI” bukannya terpecah-pecah dalam keterpurukan yang sedang dialami. (Gst. Ayu Meri A. / Mataram)

Komentar Anda