Tahun Baru-an Ala Surabaya

Malam tahun baru selalu identik dengan selebrasi. Banyak orang memilih untuk tidak melewatkan begitu saja momen ini. Beberapa tempat seperti cafe atau restoran pun seperti berlomba-lomba mengadakan acara untuk menjaring atensi publik. Apapun tujuan dari masing-masing pihak tersebut, terdapat satu kesamaan yang secara kasat mata dapat dilihat yaitu kebersamaan. Saat-saat perayaan seperti ini memang memunculkan suatu keinginan untuk merayakan dan berbagi kebahagiaan dengan orang lain.
Hal yang sama juga terlihat pada acara di Pura Segara Surabaya. Momen tahun baru ini dimanfaatkan betul oleh pihak Banjar Surabaya untuk mempererat kebersamaan di kalangan umat Hindu. Dengan mengusung tajuk, Selamat Tinggal 2007 Selamat Datang 2008, berbagai macam hiburan digelar di Wantilan Agung Dewaruci di dalam Pura. Konsep acara ini adalah malam pagelaran seni dimana para pelakonnya adalah umat Hindu di Surabaya sendiri. Antara lain dari murid-murid sekolah Saraswati, Taruna Banjar Surabaya, mahasiswa, dan Banjar Sektor Kenjeran.
Acara yang dilangsungkan pada hari terakhir (31/12) tahun 2007 ini dimulai pukul 18.30. Persembahyangan bersama mengawali rangkaian acara tersebut. Pagelaran seni diisi oleh pertunjukkan seni tabuh oleh ibu-ibu Banjar Sektor Kenjeran. Kemudian dilanjutkan dengan fashion show dimana yang tampil adalah anak-anak sekolah Saraswati. Terdapat juga tari-tarian dan persembahan lagu dari umat sendiri. Beberapa diantaranya bahkan dilakukan dengan spontanitas oleh penonton yang hadir. Puncak dari acara ini adalah pelepasan kembang api pada detik-detik menjelang pergantian tahun diikuti dengan persembahyangan bersama.
I Ketut Suweca, selaku ketua panitia menuturkan bahwa acara seperti ini baru pertama kali diadakan di Pura Segara Surabaya. Tujuannya selain mempererat kebersamaan adalah juga untuk menggali potensi dari umat Hindu Surabaya. Karena itulah hiburan yang digelar disini sengaja diisi oleh umat sendiri supaya bakat-bakat dan minat yang ada dapat disalurkan seperti dalam bentuk seni tabuh, tari, hingga menyanyi. Ia juga mengatakan bahwa acara ini mendapat sambutan positif dari PHDI Kota Surabaya. Dananya sendiri bersumber dari sumbangan umat.
Lebih jauh lagi, Suweca, yang juga merupakan kepala sekolah Saraswati ini, menyampaikan harapannya bahwa tahun baru seyogyanya bukan hanya dimaknai dengan perayaan seperti ini. Harus ada introspeksi diri atas apa yang telah kita perbuat tahun sebelumnya. Hal tersebut dapat dijadikan pembelajaran untuk melangkah ke depan menjalani tahun yang akan datang. Harapannya di tahun 2008 ini, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Komentar Anda