Pikiran bukan masalah

Oleh: Ngestoe Rahardjo

“…. if you keep the thought-forms before you there is a positive awareness.”

 
~ Sri Swami Sivananda.

 
 
Pikiran bukan masalah; ia bukan sesuatu yang perlu dirisaukan, apalagi dimusuhi. Ia hanyalah salahsatu proponen atau perangkat mental. Ia tak lebih dari sebuah alat, tak beda dengan semua alat lainnya. Akan tetapi, mengapa tak sedikit orang yang mempersoalkannya, menganggapnya sebagai suatu penghalang besar, sebuah momok?
 
Kita tahu, persoalan hanya ada kalau kita mempersoalkan sesuatu. Sebelumnya maupun sesudahnya, ia bukan persoalan. Justru si pikiran inilah yang sangat gemar mempersoalkan segala sesuatunya. Alih-alih mencaritahu bagaimana mengobati tangan yang terluka, ia malah sibuk mencaritahu apa yang melukainya. Ia tidak bekerja secara proporsional, sepatutnya dan sesuai keperluan. Inilah persoalan yang sesungguhnya.
 
Sekali lagi, pikiran sendiri bukan suatu persoalan. Mempersoalkannyalah —yang adalah berpikir— inilah yang merupakan persoalan yang kita hadapi secara langsung. Makanya, ‘mengendalikan  pikiran’ tak-ubahnya mengendalikan sebuah alat —katakanlah sebuah kendaraan bermotor. Bedanya, kalau sebuah kendaraan bermotor hanya bekerja kalau sengaja dihidupkan, dipekerjakan, maka pikiran tidak. Ia seolah-olah menghidupkan dirinya sendiri, untuk kemudian bekerja otomatis semaunya sendiri. Disinilah fungsi ‘pengendalian’ dibutuhkan. Dan yang pasti adalah, kita tak akan bisa ‘mengendalikannya’ kalau kita tidak memahaminya, tidak mengakrabinya, menjinakkannya; apalagi kalau kita malah memusuhinya.
 
Bali, Umanis Kuningan, Minggu, 08 Juli 2007.
_________________________________________
Baca juga: “Kecenderungan mendasar dari Pikiran”, “Memeriksa isi Pikiran”, “Sepintas Menyimak Si Pikiran”, “PIKIRAN Ditundukkan ataukah Dikendalikan” dan yang lainnya.
Komentar Anda