Selintas YOGA SADHANA

Meditasi sendiri merupakan bagian dari Yoga, mengembangkan mental dan meningkatkan derajat kesadaran. Konon, meditasi Yoga yang berasal dari India, mulai tumbuh lebih dari 7000 tahun yang lalu. Dari sana menyebar ke seluruh Asia, bahkan ke seluruh Dunia. Berbagai ragam teknik meditasi yang ada di dunia sekarang ini, mendasarkan diri pada Yoga.

Dengan bermeditasi, pikiran orang jadi terpusat, kemampuan ingatan sehingga kecerdasan meningkat. Meditasi menuntun pikiran, pengertian dan menumbuhkan toleransi. Meditasi membuang keruwetan mental, seperti: rasa takut, rasa malu, rasa rendah-diri dan lain sebagainya. Meditasi meningkatkan daya pengendalian diri, sehingga tataran mental jadi kuat, tajam dan seimbang;   kepribadian-pun jadi utuh.

 
Yoga memanusiakan Manusia.

Moralitas (sila) merupakan landasan perkembangan spiritualitas seseorang. Moralitas praktis dari Yoga bukanlah sekedar aturan "ini boleh" dan "itu tidak boleh". Mereka merupakan upaya-upaya nyata yang berfungsi mengarahkan menuju kemurnian dan kesempurnaan batin.

\’Yang kuat melindungi yang lemah\’, merupakan contoh sikap adil. Moralitas spiritual mendukung pengembangan kekuatan dalam, yang didasari oleh rasa kasih yang mendalam, dan bagi kebaikan seluruh makhluk hidup —tidak hanya bagi manusia bumi saja. Dengan memupuk sifat-sifat mulia seperti: integritas, kejujuran, kerendahan-hati, keberanian, tidak mementingkan diri sendiri, dan kesediaan untuk mengabdikan diri demi kebaikan kebahagiaan umat manusia, merupakan beberapa contoh moralitas- spiritualitas praktis yang dianjurkan oleh yoga.

Dapat dikatakan bahwa, Yoga telah memanusiakan manusia sejak ribuan tahun lamanya. Kita seringkali buru-buru merasa sebagai manusia; padahal kita sangat boleh jadi kalau kita sebetulnya baru "jelma" —bahasa Bali, yang juga berarti makhluk jadi-jadian atau siluman— atau raksasa, bahkan terkadang khewan. Sifat-sifat dan kecenderungan-kecenderungan kita masih sering ke-raksasa-an, ke-khewan-an, tidak manusiawi.

Guna menjadi \’manusia yang benar-benar manusia\’ atau "manusia sejati",   bahkan dewa sekalipun, Yoga-lah jalannya. Walaupun sesungguhnya Yoga bukan diturunkan-Nya untuk itu.

____________________

Tulisan ini pernah dikirimkan ke beberapa milis pada hari Senen, 18 Oktober 1999. Disunting kembali pada hari Kamis, 20 September 2007.

Komentar Anda