Refleksi Ala KMHDI

Sejak dideklarasikan 14 tahun lalu tepatnya 3 September 1993 di Denpasar, Bali, diakui KMHDI telah banyak berkiprah dalam mewujudkan dharma agama dan dharma negara. Namun sejauh mana pergerakan itu memberikan semangat kepada kader-kader muda sekarang. Inilah yang dilakukan PD KMHDI NTT melalui diskusi dengan tajuk kilas balik kegiatan KMHDI. Guntara, Ketua PD KMHDI NTT dalam kesempatan itu mengharapkan agar kader-kader KMHDI meningkatkan perannya dalam pembangunan umat khususnya di NTT.

”Kita harus memiliki persepsi yang sama dalam mewujudkan visi dan misi organisasi,” tegas pria yang akrab disapa K’Gun ini semangat. Ia pun menyatakan bahwa dengan persepsi yang baik itu, komunikasi yang terjalin antar alumni dan para kader pun semakin erat. Hal ini salah satunya ditunjukkan dari berbagai pendapat dan masukan yang banyak disampaikan oleh para alumni. Diskusi benar-benar merefleksikan kegiatan KMHDI, namun sayangnya sang waktu yang mengakhiri tepat pukul 21.00 WIT setelah acara dimulai pukul 17.00 WIT.

Masih dengan semangat yang sama, di Jakarta pun tak mau kalah. PD KMHDI DKI Jakarta seminggu kemudian (8/9) mengadakan kegiatan diskusi bertempat di Pura Taman Sari Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Diskusi dimulai pukul 16.00 WIB hingga 19.00 WIB dilanjutkan dengan sembahyang bersama dan pontong tumpeng. Dalam diskusi tersebut, Gde Dharma Nugraha, Ketua PD KMHDI Jakarta menyampaikan rasa syukurnya dan ajakan kepada seluruh mahasiswa Hindu di Jakarta untuk aktif berorganisasi.

Hal tersebut disampaikan karena disinyalir adanya budaya hedonis sehingga berimbas pada akademis dan intelektual. Karena sebagai mahasiswa intelektual dan emosional yang dapat diasah diorganisasi harus seimbang. Dalam kesempatan itu, hadir juga Presidium Pimpinan Pusat KMHDI, Wayan Sudane, dan beberapa alumni. Menurut Wayan, momen seperti itu harus mampu memompa semangat pergerakan organisasi dan kader-kadernya untuk melanjutkan kaderisasi. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa KMHDI mampu memberikan nilai tambah baik dalam pergaulan maupun kemampuan lainnya. “Tentu harus disadari bahwa KMHDI adalah organisasi kader sebagai alat dan wadah pemersatu mahasiswa Hindu,” tegasnya. (Te@m)

Komentar Anda