Nasionalisme yang Kian Terkikis

Jakarta. Upaya kaum seperatis untuk menunjukkan eksistensinya marak belakangan ini. Misalnya saja di Maluku, Papua, beberapa bulan lalu. Fenomena tersebut menunjukkan betapa ancaman terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan bahaya laten yang menggejala. Hal inilah yang mendasari Forum Kebangsaan Pemuda Indonesia (FKPI) untuk mengadakan dialog kebangsaan. Dialog yang bertajuk NKRI Under Attack: Menemukan Formula Peneguhan Kedaulatan Indonesia tersebut diadakan di Gedung Joeang Jakarta Pusat, Senin (6/8).

Dialog yang diadakan oleh beberapa organisasi mahasiswa seperti PMII, GMNI, KMHDI, GMKI, IPNU, HIKMAHBUDHI, IMM, tersebut menghadirkan beberapa pembicara antara lain M. Yasin, Sekjen Dewan Pertahanan Nasional, Imam Addaruqutni, aktivis muhammadiyah yang juga Ketua Umum Partai Matahari Bangsa, dan dari unsur muda Eddy Setiawan, Ketua Umum Hikmahbudhi. Imam Addaruqutni mengatakan bahwa dampak dari penurunan nasionalisme kaum intelektual adalah lahirnya berbagai kebijakan negara yang justru tidak berpihak kepada kepentingan rakyat dan bangsa sendiri.

Sedangkan M. Yasin lebih menyorot pada peningkatan nasionalisme generasi muda. Menurutnya penanaman nilai-nilai harus sesuai dengan Pancasila dan semangat patriotisme Indonesia. Hal ini juga ditegaskan Eddy Setiawan, bahwa untuk membangun nasionalisme kita harus menunjukkan prestasi. Dengan demikian rasa memiliki terhadap bangsa ini akan tumbuh seiring dengan prestasi yang telah diraih. Senada dengan Eddy, Wayan Sudane, Presidium KMHDI ketika dikonfirmasi juga menyatakan bahwa kita  harus mewaspadai gerakan-gerakan baik dari internal maupun eksternal bangsa. “Disharmoni sosial sangat rentan untuk melemahkan nasionalisme kita,” tegasnya. [Redaksi]

Komentar Anda