Jalani Hidup dengan Semangat Galungan

JAKARTA. Hari kemenangan telah dirayakan kemarin (27/6). Hari kemenangan dharma melawan adharma ini dirayakan dengan berbagai cara oleh umat Hindu. Ada yang merayakannya dalam bentuk bhakti penuh refleksi dan syukur. Namun ada juga yang hanya melewatkannya bak tiada suatu kemenangan apapun. Sejatinya, kemenangan ini bukanlah sekedar kemenangan dan luapan kegembiraan. Lebih dari itu masih banyak musuh-musuh yang harus dimusnahkan dalam badai kehidupan ini. Seperti kemiskinan, kebodohan, dan permasalahan lainnya terutama memerangi ego yang ada dalam diri ini.

Sebagian orang memang ada yang menilai bahwa Galungan yang sarad akan makna ini lambat laun makin terkesan kering. Lantas yang menonjol hanyalah serimonial belaka yang sering dan justru tidak menghiraukan maknanya. Kemudian muncul ucapan selamat yang lebih bersifat verbal ketimbang membawa semangat dan kesadaran baru untuk nilai-nilai kemenangan dharma. Lantas untuk siapa mengalahkan adharma ini? Inilah yang dilontarkan Nyoman Parta, aktivis KMHDI \’98 kemarin (27/6). Ia menilai bahwa agama seharusnya menjadi alat transformasi sosial bukan menjadi beban dan menambah keborosan yang diarahkan hanya kepada ritual tanpa makna.

Selaras dengan dengan hal tersebut, I Made Wiryana, Pakar Open Source Indonesia menilai bahwa umat Hindu khususnya di Bali lebih ke arah pemaknaan kultural. “Kalau di kampung lebih horizontal tidak saja kaitannya dengan Tuhan, tapi dengan society juga,” tandasnya dari Jerman. Lebih jauh ia menyampaikan, berbeda dengan di Jakarta maupun di Jerman mungkin lebih ke arah religion yang berarti lebih ke arah vertikal kaitannya dengan Tuhan saja. Ketika ditanya kaitan kemenangan ini dengan teknologi informasi yang sedang berkembang ia mengatakan hindari penggunaan produk bajakan. “Harusnya sesuai dengan kemenangan dharma hindari penggunaan software bajakan,” katanya sembari senyum.

Sedangkan Gede Sumantra, alumni KMHDI Lampung menyampaikan semangat Galungan adalah semangat untuk menjalankan kebenaran. Dalam arti luas berarti juga berusaha mengerjakan sesuatu dengan benar. Jika dikaitkan dengan pekerjaan maka berarti lakukan tugas dengan baik dan benar. Baik dari sisi kualitas yang ingin dicapai, maupun dari sisi pekerjaan itu sendiri. Dalam dunia safety yang ia geluti, melaksanakan prosedur yang benar adalah sebuah keharusan. Sedikit penyimpangan dapat menimbulkan dampak negatif yang luar biasa dan kerugian material bahkan sampai berakibat kematian. “Semangat Galungan ini mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap performa saya di lapangan,” jelas praktisi safety di Qatar ini. [Redaksi]

Komentar Anda