Prilaku Dijaman Kaliyuga

Dalam ajaran hindu zaman kaliyuga  merupan zaman yang ditandai dengan peristiwa dimana para DEWA meninggalkan bumi dan digantikan oleh KALA sehingga keadaan mulai tidak terkendali,perilaku manusia sering kearah yang tidak manusiawi karena ajaran agama sering dikesampingkan dan rasa marah,irihati dan tamak hampir dan bahkan mencapai puncaknya,sehingga tidak ada keharmonisan,berbagai bencana tidak dapat di elahkan,yang semuanya disebabkan oleh sikap angkuh dan pada akhirnya melukai diri dan orang lain.

mungkin dalam penerapan disetiap zaman selalu saja ada ketikseimbangan akan tetapi dijaman kali ini sifat2 manusia sering menonjolkan sifat KALA ketimbang sifat DEWA, sehingga pendekatan diri  kehadapan tuhan sering terlupakan bahkan ditiadakan,untuk itu dalam sebuah wacana seorang tokoh hindu mengajak setiap umat untuk menerapkan sikap-sikap untuk menjaga keharmonisan dijaman kali ini,

Bakti: menerapkan rasa kasih sayang kehadapan tuhan(siwa) dengan mengucapkan aksara sucinya "Om Namah Siwaya"secara berulang-ulang kali, ini tidak hanya diucapkan disaat kita berada di tempat suci/pura melainkan ditempat lain disetiap saat,dengan mengucapkan aksara suci-NYA secara lagsung kita bisa mendekatkan diri secara lahir dan batin dan dengan hati yang bersih sifat DEWA akan timbul dan melahirkan keharmonisan diantara kita semua.

Tresna: merupakan penerapan sikap bersahabat kepada orang lain sehingga kita tidak akan merasa sendiri,dan pada dasarnya manusia itu tidak akan bisa hidup sendiri karena disetiap saat dan tempat kita masih sering membutuhkan bantuan orang lain.

Asih: merupakan sikap welas asih kepada setiap mahluk,halini dapat dilakukan dengan berperilaku yang baik karena pada dasarnya kita tidak ada bedanya dengan yang lain,dan dalam weda dinyatakan dengan satu kalimat sutra yaitu:Wasudewa Katumbhakam yaitu semua mahluk berasal dari satu sumber yaitu tuhan,dan semua mahluk adalah saudara.

Kerti: merupakan sikap dimana kita menjaga keimbangan alam beserta isinya,membangun tempat/fasilitas umum,membangun tempat suci,menjaga kelestarian hutan,mengolah tanah dan bercocok tanam,mengelola air dan irigasi yang pada akhirnya dapat berguna untuk kita semua.

dengan menumbuhkan sifat-sifat tersebut dan mungkin ini sedikit agak sulit dengan kemajemukan yang ada,akan tetapi keharmonisan dan keseimbangan alam beserta isinya akan tetap terjaga berawal dari sikap baik dan buruknya manusia itu sendiri.

Sudahkah Teman-teman KMHDI Menerapkannya?

Komentar Anda