Pendidikan Membentuk Jati Diri

Bandar Lampung. Dalam Hindu sebenarnya proses pendidikan itu sudah dilakukan dari jaman dahulu dengan adanya tradisi guru kula. Kemudian dilanjutkan dengan adanya pasraman. Sampai sekarang pun model pendidikan seperti ini masih diterapkan dalam implementasi nilai-nilai Hindu. Hal ini dijelaskan Made Sujana, Direktur Pendidikan Hindu Ditjen Bimas Hindu Departeman Agama RI pada seminar nasional KMHDI kemarin (27/4). Seminar ini bertema Pengembangan Model Pendidikan Hindu sebagai Komponen Penunjang Pendidikan Nasional di Indonesia. Hadir pembicara lainnya adalah Pendeta Sueca Dharma, Anggota Sabha Pandita Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat, dan Wayan Mustika, staf pengajar Universitas Lampung.

 

Seminar yang dirangkai dengan rapat koordinasi nasional VIII Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (Rakornas VIII KMHDI) ini memang lebih menyorot pada pendidikan. Dipilihnya pendidikan karena KMHDI berkeyakinan bahwa dengan pendidikan seseorang diharapkan mampu membentuk jati dirinya yang sejati. Hal ini juga ditegaskan Wayan Sudane, Presidium Pimpinan Pusat KMHDI, bahwa dengan pencapaian jati diri, maka seseorang akan mengetahui nilai-nilai dasar yang sejati dan inheren yang ada didalam dirinya. 

 

Selain itu momen ini sebagai wacana dalam menyambut hari pendidikan nasional 2 Mei mendatang. Rakornas VIII KMHDI yang diselenggarakan di Bandar Lampung ini akan dilaksanakan hingga 29 April 2007. Sedangkan hari terakhir akan diadakan bakti sosial ke umat Hindu. Hal ini dilakukan sebagai implementasi dari nilai-nilai humanis yang ada pada jati diri KMHDI. Adapun jati diri tersebut adalah religius, humanis, nasionalis, dan berpikir progresif. (d2)

Komentar Anda