Belajar Berwiraswasta

\"\"NTT. Banyak orang mengatakan kalau ingin memiliki waktu luang alias bebas, jadilah pengusaha. Ya, penguasa memang dapat mengatur waktu sekendak hatinya. Tapi jangan salah, yang dimaksud adalah pengusaha dapat me-manage waktu tanpa harus diatur oleh ‘sang bos’. Namun untuk menjadi pengusaha dibutuhkan keberanian yang kuat disamping juga modal usaha. Dari keduanya keberanianlah yang memegang kunci kesuksesan. Buktinya banyak orang tanpa modal, toh ia berhasil membangun bisnis yang besar. Tentu semuanya harus dirintis dari yang kecil untuk tumbuh menjadi besar. Hal ini coba dilakukan oleh KMHDI Nusa Tenggara Timur (NTT). Setiap hari Minggu, kader-kader KMHDI di daerah timur ini merintis usaha untuk pemasukan kas organisasi. Model usaha yang dilakukan adalah dengan menjual pop ice.

Kegiatan yang telah berjalan kurang lebih empat bulan ini dilakukan setiap hari Minggu di Pura Oebanantha NTT. Pada hari itu di Pura tersebut digunakan untuk belajar agama Hindu oleh siswa-siswa Hindu SD, SMP, dan SMA. Menurut Rary Guntara, Ketua Pimpinan Daerah KMHDI NTT, hal ini dilakukan untuk memupuk semangat wiraswasta mahasiswa Hindu di NTT. Selain itu, lanjutnya, juga untuk menambah kas organisasi. “Penghasilan netto yang diperoleh lumayan sekitar Rp 150.000 per minggu,” tuturnya. Persiapan yang dilakukan juga sederhana, cukup menyediakan meja dan peralatan blender lainnya. Wayan Sudane, Presidium PP KMHDI, ketika dihubungi mengatakan bahwa kewirausahaan ini telah digagas sejak  Rakornas VII KMHDI di Jakarta, Februari 2005 lalu. Saat itu telah dilakukan seminar nasional kewirausahaan untuk membangun semangat wiraswasta kader-kader KMHDI. Disamping itu KMHDI memang memiliki diklat kewirausahaan. [ws]
Komentar Anda