Ormas Islam Bantu Amankan Gereja

 

JAKARTA, KOMPAS – Organisasi massa Islam, seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Banser Nahdlatul Ulama, dan Forum Betawi Rempug, siap berpartisipasi dalam pengamanan Natal di gereja-gereja. Bentuk kesiapan antara lain dengan mendirikan pos komando di daerah rawan konflik.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Amirudin, Sabtu (23/12) di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, mengungkapkan kesiapan IMM untuk membentuk pos komando (posko) pengamanan dan pengaduan di sekitar gereja. Posko itu dibentuk tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di daerah-daerah yang tingkat kerawanan konfliknya tinggi, seperti Maluku, Palu, dan Kupang.

"Saya sudah menginstruksikan semua pengurus daerah dan cabang di seluruh Indonesia agar berkoordinasi dengan aparat keamanan dalam membantu pengamanan malam Natal. Pengamanan akan dilakukan selama 10 hari, mulai dari tanggal 24 Desember 2006," katanya.

Khusus untuk pengamanan Natal di DKI Jakarta, IMM menjalin kerja sama dengan elemen mahasiswa lainnya, seperti Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).

Elemen mahasiswa ini tergabung dalam Forum Kemahasiswaan Lintas Agama. Amirudin mengatakan, khusus untuk pengamanan Natal di DKI Jakarta tidak dibentuk posko. "Sifatnya hanya memantau, tapi kami juga siaga 24 jam," katanya.

Pemimpin Pusat Forum Betawi Rempug (FBR) KH Fadloli El Muhir mengaku telah menghubungi anggota-anggota FBR yang tersebar di berbagai tempat untuk ikut mengamankan perayaan Natal di gereja-gereja di Jakarta. Bantuan pengamanan ini selain berdasarkan permintaan pihak gereja, juga atas inisiatif FBR.

Sampai saat ini, kata Fadloli, sudah ada 15 permintaan dari gereja-gereja, antara lain gereja di daerah Kebun Jeruk, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Pengamanan oleh FBR ini berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 24 Desember 2006.

Sementara itu, tawaran Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) untuk ikut mengamankan Natal di Gereja Paulus malah ditolak. Panitia Perayaan Natal Gereja Paulus di Jalan Diponegoro menolak karena gereja sudah diamankan oleh Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya. Apalagi, kepolisian juga sudah memasang detektor logam di pagar gereja.

Ketua I Pelaksana Harian Majelis Jemaat Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel mengatakan, selain akan diamankan 200 polisi, Banser Nahdlatul Ulama dan FBR juga membantu pengamanan dalam rangka Natal.

Sementara GPIB Bukit Moria, Pancoran, menyeleksi terlebih dahulu setiap tawaran bantuan pengamanan dari ormas maupun partai politik. Meskipun menerima bantuan dengan tangan terbuka, pihak gereja enggan ditunggangi kepentingan politik. (AB1/AB4/AB7/AB8)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0612/24/Natal/3196825.htm

Komentar Anda