KITA BUTUH PELATIH

Tidak ada negara zonder tentara (Oerip Soemohardjo)

Tidak ada organisasi kader zonder pelatih (Anusbolduburectum)

 

Tanggal 3 September 2006 adalah hari ulangtahun KMHDI yang ke 13. Beberapa generasi KMHDI sebelumnya telah membuka hutan, meratakan tanah, mengusahakan infrastruktur dan membangun struktur organisasi ini. Sejak tahun 1999, bentuk KMHDI mulai terlihat jelas, terpatri dalam Visi dan Misi KMHDI, bahwa KMHDI adalah Organisasi Kader.

 

KMHDI adalah sekolah, tempat belajar manis dan pahit getir kehidupan. Di sekolah ini, setiap kader di gembleng jatuh bangun, dibentuk oleh panas dan hantaman godam, hingga matang secara intelektual dan mental, sehingga siap menjadi calon pemimpin Hindu di masa depan. Pendewasaan tidak hanya muncul dari kesulitan dan kepahitan, namun juga tumbuh dari kemampuan dan kemauan menghindari asyik masyuk manis-madu duniawi, menghindari kekuasaan, menghindari rayuan uang ataupun kedudukan. Ketahanan kolektif KMHDI terhadap godaan dan rayuan sesaat telah menyelamatkan dan mendewasakan organisasi ini.

 

Tidak ada proses pembelajaran yang instan. Intelektualitas dan ketahanan mental adalah hasil dari jalan mendaki. Terkutuklah KMHDI dan terkutuklah kader-kader KMHDI apabila jalan pintas yang dipilih. Ketika kita belajar, kesalahan adalah keniscayaan. Kesalahan dalam organisasi kader bukanlah dosa, karena kesalahan adalah titian menuju kedewasaan. Yang penting adalah tidak mengulangi kesalahan yang sama, baik yang pernah kita lakukan, maupun yang pernah dilakukan oleh kader KMHDI lainnya.

 

Agar kader-kader KMHDI tidak menjadi keledai yang terjatuh dua kali ke lubang yang sama, maka kuncinya adalah Pelatihan KMHDI yang berjenjang. Kita telah memiliki infrastruktur untuk melakukan MPAB, DMO, Kaderisasi Tahap I dan Diklat Kader Politik. Kita juga telah memiliki struktur di PP, PD dan PC untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Kita punya Presidium yang biasa menangani masalah-masalah nasional, kita punya pengurus PD yang berpengaruh di propinsi-propinsi dan kita punya pimpinan cabang yang biasa terjun langsung dalam masalah keumatan.

 

Apa yang belum kita miliki ?

Kita tidak punya PELATIH kawan !

Sekali lagi, KITA TIDAK PUNYA PELATIH !!!

Sungguh paradoxial, sebuah organisasi kader yang tidak punya pelatih.

 

Eksistensi KMHDI bukan karena diakuinya organisasi ini oleh Presiden RI , bukan karena datangnya seribu menteri dalam Mahasabha kita, bukan karena seringnya pengurus KMHDI nongol di Idiotainment. Persetan dengan segala macam Presiden, Gubernur, Bupati, Menteri, Dirjen dan segala macam laknat lainnya. KMHDI adalah organisasi kader dan tanpa pelatih tidak ada kaderisasi di organisasi ini. Satu-satunya ukuran eksistensi KMHDI adalah apabila kader-kader KMHDI di hari ini lebih matang secara intelektual dan mental dibandingkan hari kemarin. Seribu pengurus boleh datang dan pergi di KMHDI namun para pelatih harus tetap ada.

 

Roh organisasi kita adalah kaderisasi sedangkan kekuatan inti dalam kaderisasi adalah pelatih-pelatih yang mumpuni. Tanpa roh, kita mati, tanpa pelatih, tidak ada kaderisasi. Sadarkah kita bahwa tanpa pelatih di KMHDI, sesungguhnya kita sedang mengkhianati diri kita sendiri dan tanpa kita sadari, kita sedang meluncur ke lembah kematian, ke ujung jurang neraka jahanam.

 

Seorang pelatih adalah GURU, seorang pendidik yang mampu mencerahkan dan menumbuhkan kesadaran bagi anak didiknya. Seorang pelatih adalah cahaya yang menerangi malam gelap. Posisi termulia dalam organisasi kader bukanlah Presidium, bukan Pengurus PD atau PC. Posisi termulia di KMHDI adalah PELATIH. Pengurus di semua tingkatan adalah event organizer bagi tampilnya si pelatih.

 

PEREKRUTAN

Kita membutuhkan banyak pelatih, di level nasional, daerah maupun cabang. KMHDI harus menciptakan suatu mekanisme untuk merekrut kader-kader terbaiknya agar siap menjadi pelatih. Kader-kader terbaik KMHDI seharusnya diarahkan untuk menjadi pelatih yang mumpuni dan bukan menjadi pengurus organisasi. Selain mekanisme perekrutan, KMHDI juga harus membuat mekanisme pengujian, penetapan, pengukuhan, penugasan, penyegaran dan pengujian ulang, pertanggungjawaban dan akhirnya fasilitas khusus bagi para pelatih KMHDI.

 

Kenapa harus sedemikian repot ?

Karena organisasi kita adalah organisasi kader dan bukan organisasi pengurus. Sekali lagi, roh KMHDI adalah kaderisasi dan kaderisasi membutuhkan pelatih

 

PENGUJIAN

Pengujian dibuat sedemikian rupa sehingga seorang kader KMHDI yang menyandang status PELATIH NASIONAL, adalah benar-benar seorang kader yang terbaik.

 

PENETAPAN

Kader-kader KMHDI yang lolos dari ujian tersebut, kemudian ditetapkan status ke-pelatihan- nya oleh suatu badan independen yang bertanggung jawab langsung kepada Mahasabha.

 

PENGUKUHAN

Bagi kader-kader yang telah ditetapkan sebagai PELATIH NASIONAL, statusnya dikukuhkan oleh mekanisme tertinggi organisasi yaitu Mahasabha. Pada saat Mahasabha, seorang PELATIH NASIONAL, bersumpah kepada seluruh anggota KMHDI dan kepada seisi jagadraya bahwa dia akan setia kepada tugasnya untuk membimbing dan mencerahkan seluruh kader di organisasi ini.

 

PENUGASAN

Seorang PELATIH NASIONAL bertugas sebagai roh organisasi dan menjadi motor bagi pelaksanaan sistem kaderisasi KMHDI. Seorang PELATIH NASIONAL KMHDI bertugas dalam skala nasional, tugasnya adalah memberikan pelatihan di seluruh tingkatan organisasi, dari PP, PD maupun PC. Seorang PELATIH NASIONAL harus selalu siap apabila suatu tingkatan organisasi akan menyelenggarakan pelatihan dan membutuhkan dukungan pelatih dari level nasional.

 

PENYEGARAN DAN PENGUJIAN ULANG

Seorang PELATIH NASIONAL KMHDI, bertugas selama 1 (tahun).  Di akhir masa jabatannya, apabila si pelatih masih ingin menjadi pelatih untuk satu tahun ke depan, dilakukan penyegaran dan pengujian ulang. Penyegaran akan membuat seorang pelatih selalu up to date dengan kondisi terkini sedangkan pengujian ulang diperlukan untuk mengetahui kemampuan pelatih yang mungkin menurun selama masa kerja 1 tahun.

 

PERTANGGUNGJAWABAN

Karena dikukuhkan oleh Mahasabha, maka seorang pelatih harus bertanggungjawab kepada Mahasabha. Seorang PELATIH NASIONAL KMHDI bertanggungjawab kepada seluruh anggota KMHDI dan kepada seisi jagadraya.

 

FASILITAS BAGI PELATIH

No Pain, No Gain. Tidak ada hasil yang dapat diharapkan dari kerja yang setengah-setengah. Seluruh sumber daya KMHDI harus dikerahkan untuk menciptakan pelatih-pelatih yang mumpuni. Buku-buku yang menunjang perkembangan intelektualitas pelatih harus diusahakan oleh KMHDI. Seorang PELATIH NASIONAL harus didukung dengan penyediaan berbagai fasilitas pelatihan yang layak. Seorang PELATIH NASIONAL berhak atas atribut-atribut khusus yang hanya digunakan oleh para pelatih. Uang, waktu, tenaga dan pikiran dari seluruh kader KMHDI harus difokuskan kepada terbentuknya PELATIH  NASIONAL yang berkualitas.

 

Kawan-kawan kader KMHDI yang terhormat,

Sejarah evolusi telah mengajarkan kepada kita bahwa hanya mahluk-mahluk yang mampu beradaptasi dan unggul yang dapat bertahan hidup dan menjadi penentu atas nasibnya sendiri. Mahluk-mahluk yang gagal beradaptasi akan punah, mahluk-mahluk yang tidak unggul akan tinggal sebagai budak sejarah.

 

Akankah KMHDI mampu membentuk sejarah ?

Sejarah yang mulia bagi Indonesia , bagi Hindu dan bagi Kemanusiaan ?

Ataukah hanya menjadi buih-buih di permukaan dalam laju arus sejarah yang deras ?

 

Kawan-kawan kader KMHDI yang terhormat,

Mari membentuk sejarah

Sejarah bagi diri dan generasi kita

Persembahan bagi Indonesia , Hindu dan Kemanusiaan

Mari kita belajar dan melatih diri melalui sistem kaderisasi KMHDI

Untuk saat ini, kita berfokus kepada pembentukan PELATIH NASIONAL agar di masa mendatang dapat kita saksikan perubahan sejarah yang dilakukan oleh KMHDI

 

Satyam Eva Jayate

Made Surya Putra

Komentar Anda