Ulang Tahun KMHDI di Malang, ‘Remember Tat Twam Asi’

Ulang Tahun KMHDI di Malang,
“Remember Tat Twam Asi”

Pada ulang tahun KMHDI yang ke-13 ini, PC KMHDI Malang mengadakan malam perenungan diri untuk menambah kesadaran dan disiplin diri di tepi danau di Pedukuhan Druju Kecamatan Pagak Kabupaten Malang, kira-kira satu jam dari kota Malang ke arah selatan dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Kegiatan ini berawal dari kegiatan survey untuk persiapan kegiatan outbond yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 – 24 September 2006 di lokasi yang sama.

Peserta survey sebanyak 13 orang yang terdiri dari beberapa pengurus dan kader-kader pemimpin KMHDI di masa mendatang. Berangkat dari kota Malang sekitar pukul 15.30 WIB pada tanggal 2 September 2006, tertunda dua jam dari rencana keberangkatan semula karena beberapa hal yang terjadi secara tiba-tiba, namun tidak sampai menyurutkan semangat para pesera yang mengebu-gebu. Lokasi survey sebenarnya tidak terlalu jauh dari kota, jalan yang ditempuh berupa jalan makadam dan berdebu, namun teknologi telah merambah sampai kesana. Sarana-sarana kesehatan juga sudah cukup bagus, sehingga desa ini terbilang sudah cukup maju. Namun dari segi pendidikan, masih banyak penduduk yang tidak bisa membaca, bahkan ada juga yang tidak bisa berbahasa Indonesia, sehingga kita kesulitan dalam berkomunikasi. Beberapa penduduknya juga banyak yang bekerja merantau sampai keluar Jawa, bahkan sampai ke Lombok, beberapa orang bahkan pernah pergi ke Suranadi, Narmada dan Lingsar.

Dari sisi keagamaan, cara mereka sembahyang sedikit berbeda dengan yang kita lakukan, mereka melakukan Puja Tri Sandhya, namun tidak melakukan Panca Sembah, melainkan Puja Tri Dewa dan beberapa Puji-pujian lainnya. Hal ini dilakukan dengan sungguh-sungguh dan membuat kita terlarut dalam sembah. Mereka juga melakukan acara pertemuan secara berkala, setiap hari sabtu malam, saling berkunjung dari rumah ke rumah, hal ini dilakukan untuk meningkatkan rasa persaudaraan. Begitu juga jika ada kematian, bahkan dari desa seberang danau (desa Dadapan) akan datang membantu memberikan doa, begitu juga sebaliknya.

Kidung atau Gita yang dilakukan juga telah diadaptasi menjadi bahasa jawa sehingga tidak akan asing lagi bagi mereka, dan kidung ini ternyata diterbitkan oleh saudara-saudara Hindu di Blitar-Jawa Timur. Latihan karawitan juga dilakukan, namun di-aransemen menjadi tempo-tempo yang sedikit lembut yang bermelodikan Jawa. Kami sempat mencoba untuk memainkannya.

Malam semakin larut, kami melanjutkan dengan melakukan survey daerah sekitar yang akan digunakan untuk kegiatan outbond. Setelah itu, dilanjutkan dengan acara puncak, yaitu acara api unggun, bakar-bakar ikan, dan pencarian diri. Kemudian, kami pun menghubungi beberapa bli-bli yang pernah membimbing kami, sembari mengucapkan salam dan selamat ulang tahun KMHDI. Kegiatan berlangsung sampai pukul 02.00 WIB, karena keadaan semakin dingin, akhirnya kami kembali ke rumah Ketua PHDI setempat.

Akhirnya pagi hari pun tiba (3 September 2006), setelah berkemas-kemas kami melanjutkan perjalanan pulang ke Malang. Karena ingin mencoba hal yang baru, kami memilih rute pulang menyeberangi danau dengan menyewa sebuah mini-feri yang berkapasitas 12 orang. Tiba di Malang sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung ke tempat tinggal masing-masing.
***
Masih dalam suasana ulang tahun KMHDI, kegiatan dilanjutkan sore hari, pukul 15.00 WIB, atas usul beberapa kawan-kawan, kami melakukan kegiatan yang kami sebut "KMHDI Wujudkan Kasih", berupa kegiatan membagikan nasi bungkus+minumnya ke beberapa saudara-saudara yang sangat membutuhkan. kegiatan pembagian diawali dengan membagikan paket di seputaran Dieng Plasa, di sana beberapa saudara-saudara yang kami temui terlihat sangat gembira dengan adanya pembagian paket ini, sempat beberapa orang bertanya kepada kami, dan kami informasikan kepada mereka kami dari KMHDI melakukan kegiatan ini. kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri jalan Kawi dengan tujuan akhir Alun-alun kota Malang. Di seputaran alun-alun kami memecah dan menyebar membagikan paket.

Kegiatan ini, meskipun kami tidak bisa membantu semua orang yang kami temui, namun paling tidak telah dapat sedikit menggugah dan menyadarkan diri kami, akan adanya saudara-saudara yang membutuhkan sesamanya. Kami jadi teringat salah satu lagu di album "Nyanyian Dharma 2", yaitu Hymne Tat Twam Asi… *aku dan dia adalah satu, aku adalah dia, dan dia aku* — jadi apa pun yang kita lakukan kepada sesama kita, sebenarnya kita lakukan juga kepada kita, [adanya karmaphala]. Saudara kita, Anom, Plt Ketua PC KMHDI Malang sempat menitikkan air mata sedih ketika membagikan paket tersebut, dari dalam matanya tersirat perasaan sedih yang mendalam, "ternyata masih banyak yang sangat membutuhkan bantuan…." — kata Anom lirih.

Memang, kami sangat ingin membantu sesama yang membutuhkan, namun kita hanya dapat melakukan sesuai dengan kemampuan kita. Semoga dengan ulang tahun KMHDI yang ke-13 ini, dapat membuka wawasan dan perasaan kita semua, dalam mencapai tujuan dan cita-cita [ KMHDI] kita bersama, tambah Ari Mogi, sekretaris PC KMHDI Malang.

Ditulis Oleh : I Komang Ari Mogi

Komentar Anda