AYAH, MENURUTMU APA YANG MENARIK DARI AGAMA HINDU?

Oleh : I Wayan Wisanta *

Yang utama adalah kebebasan berpikir. Itulah yang menarikku pada agama Hindu. Dimana lagi kau dapat melihat Krishna, Budha (yang mempertanyakan otoritas Weda-Weda), Adi Sankara (yang merevolusi pemikiran tentang agama Hindu), dan Charvaka (yang menciptakan phalsafah materialistic) dan semuanya diperlakukan dengan rasa hormat yang sama. Andaikan Budha dan Sankara dilahirkan dalam agama lain, mereka sudah dibakar hidup-hidup. Lihat apa yang terjadi pada Socrates dan William Tyndalle, lihat apa yang terjadi terhadap Sufi suci (a.l Al-Hallaj di Irak, Sheh Siti Jenar di Jawa, pen) ketika mereka mengatakan diri mereka adalah Tuhan sama seperti mantram Aham Brahmasmin (Aku Brahman atau Aku Tuhan). Semua mereka itu dihukum mati karena pemikiran bebas mereka.

Jadi dalam agama Hindu kamu dapat berdebat mengenai subyek apapun dan kamu tidak harus menerima apapun sampai kamu sepenuhnya yakin akan kebenaran dibaliknya. Sekali lagi agama Hindu tidak memonopoli ide-ide. Ide-ide adalah hukum tak tertulis dari alam semesta; mereka terbuka kepada semua orang yang mencari kebenaran tanpa kenal lelah.  

Cuplikan diatas saya baca pagi tadi sebelum berangkat kerja dari buku Apakah Saya Orang Hindu? Oleh: Ed. Visvanathan dengan Judul asli Am I A Hindu? Yang diterjemahkan oleh N.P.Putra dan Sang Ayu Putu Renny.  

Sangat menarik apa yang dipaparkan diatas, bahwa Hindu menjamin kebebasan berpikir untuk mencapai pembebasan. Jadi kalau hindu saja sudah menjamin manusia untuk bebas berpikir, kenapa kita mesti takut untuk berpikir berkata dan bertindak bebas atas nama hindu, termasuk didalamnya kenapa kita mesti takut untuk menafsirkan kembali ajaran-ajaran weda sesuai dengan perkembangan zaman, atau kalaupun kita takut untuk menafsirkan kembali mestinya kita tidak boleh apriori bahkan merasa kebakaran jenggot melihat orang lain berani menafsirkan serta melaksanakannya sesusi dengan ajaran yang terkandung didalamnya sedangkan kita sendiri tidak pernah dan tidak mau tahu apa sesungguhnya yang mereka lakukan, dan yang lebih parah lagi mengapa kita punya kecendrungan untuk membendung aktifitas mereka, mari kita tanyakan kembali kepada diri kita masing-masing sudahkah saya membaca weda atau sudah sejauh manakah saya mengenal weda atau sudahkah saya punya kitab suci weda? Jangan-jangan untuk yang terakhir ini saja kita tidak punya, wah kalau begitu lebih baik kita diam saja jangan komentar deh, jangan hanya karena cara kita saja yang beda dengan mereka atau karena mereka berani menyederhanakan, memodifikasi, apa-apa yang sudah kita warisi selama ini lalu kita merasa diri tidak nyaman, kalau cara pikir dan cara pandang kita terus seperti ini kapan kita bisa memahami ajaran weda dan sampai kapan kita harus begini sedangkan kalau orang bertanya kepada kita apa nama kitab sucimu? dengan tegas dan bangga kita jawab weda saya jamin tidak ada yang jawab lontar, apakah sudah cukup sebatas bangga saja?. Memang weda mengamanatkan bahwa weda sangat takut kepada orang-orang yang terbatas kemampuan untuk menafsirkannya maksudnya takut nanti disalah gunakan dan salah menginterprestasikannya itu bahaya, namun kita tidak berarti harus diam tidak melakukan apa-apa bukan begitu,  weda mesti kita baca dan berusaha untuk memahaminya belajar dengan orang-orang yang sudah kita yakini kemampuannya, kalau ada kendala dengan huruf devanagari baca tulisan latinnya apa susahnya, bila perlu kita ajarkan kepada anak-anak kita sejak dini. Bukankah weda juga mengamanatkan untuk disuarakan kepada siapapun bahkan kepada orang yang bukan penganut weda sekalipun, ini artinya hindu adalah agama misi walaupun caranya sudah jelas berbeda dengan agama lain. Melalui kebebasan berpikirlah kita bisa nyaman melakukan aktifitas apa saja termasuk menapaki aktifitas kerohanian, karena kebebasan itu merupakan salah satu kebutuhan yang paling hakiki bagi manusia dan semua mahluk didunia ini.

 Dengan kebebasan kita bisa berpikir lebih jernih, dengan kebebasan kita bisa bertutur dengan nyaman kepada siapa saja, dan dengan kebebasan pula kita bisa berbuat, berkreasi dengan lebih leluasa, alangkah indahnya kebebasan itu,  kebebasan tentu dalam norma-norma kepatutan dan kewajaran, yang paling penting jangan sampai ada gesekan diantara kita sesama penganut weda, mari kita sebarkan cinta kasih spiritual kepada alam semesta beserta isinya.

Om dyauh santir antariksam santih
prthivi santir apah santir
osadhayah santir vanaspatayah santir
brahma santih visvedevah santir
sarvam santih santireva santih
sa ma santire dhi

(Yayur Veda XXXVI.17)

Ya Tuhan……….semoga damai di langit, di udara, yang meliputi bumi (atmosfir) dan diatas bumi, semoga air tumbuh2 an dan tanam2 an menjadi sumber kedamaian untuk semuanya, semoga semua para Deva, Brahman menganugrahkan kepada kami, semoga kedamaian (ketentraman) ada dimana mana, semoga kedamaian itu datang kepada kami

* ) Tokoh Hindu di Lampung
Sumber : Mailing List Hindu Lampung

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai