KMHDI Peduli Yogya dan Jateng, Wujudkan Humanisme dan Kepedulian

Sudahlah kawan… hentikan pertikaian kita…
lupakan dulu ego-ego kedaerahan yang masih sangat melekat di jiwa kita…
saatnya kini bersatu-padu membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, bukannya sok moralis…
pernahkah kita membayangkan… mereka di sana menangis… orang-orang yang mereka sayangi kini tiada lagi…
jerit pilu menyayat hati ketika dengan terpaksa mereka harus menelan butir-butir nasi yang sudah basi…
hanya karena tidak ada lagi yang dapat menahan rasa lapar cacing-cacing perut dan rasa dahaga di bawah terik matahari.

Sampai kapan kita akan terus mencaci…memprotes hal yang sebenarnya belum kita pahami..
sudahlah…saatnya bergerak…bekerja…lakukan sesuatu yang berguna…lakukan yang kita bisa…
berikan yang kita punya…merenungi semuanya…karena sebenarnya ujian bagi mereka…
adalah peringatan bagi kita semua…semuanya…
tanpa terkecuali…
***

 

Masih membekas di benak ini, bencana tsunami pada tanggal 26 Desember 2004 hingga bencana banjir badang yang hampir merata di seluruh wilayah Indonesia pada awal tahun 2006 lalu, kini bangsa Indonesia kembali berduka dengan jatuhnya korban jiwa hingga lebih dari 6000 orang. Jogyakarta dan Jawa Tengah \’bergoyang\’ sangat dasyat. Gempa bumi (27/05/06) lalu telah meluluh lantakan rumah-rumah yang semestinya mampu melindungi mereka dari terpaan angin, panas dan dinginnya malam.

Bencana yang tak terduga tersebut mengetuk sesama untuk bangkit membangunkan rasa kepedulian. Perbagai upaya diakukan untuk menggalang bantuan kepada korban gempa. Relawan diberangkatkan, semangat kebersamaan sangat mendalam dirasakan. Mahasiswa Hindu yang tergabung dalam Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) pun melakukan pelbagai aktivitas untuk korban gempa. Dimulai dengan melakukan doa bersama hingga turun di jalan-jalan untuk menggalang bantuan. KMHDI Peduli Yogya dan Jateng dilakukan dipelbagai daerah dengan cara yang berbeda-beda.
***
Penggalangan di Jakarta, PD KMHDI DKI Jakarta bekerja sama dengan panitia bazar KPSHD Jakarta Selatan, WHDI Jakarta, Peradah Jakarta dan STAH DN Jakarta. KMHDI Jakarta juga membuka Posko Peduly Yogya dan Jateng. Bantuan yang terkumpul disalurkan melalui rekening Parisada Pusat. Selain kegiatan tersebut, KMHDI Jakarta juga mengirimkan utusannya untuk ke Yogya mendampingi WHDI Jakarta. Tidak jauh berbeda dengan di Jakarta, PC KMHDI Jember juga menggalang dana dan sebatas bergerak di kalangan mahasiswa Hindu saja, dan hasil penjualan CD Antologi Sastra Digital dapat sedikit membantu para korban bencana. Hal ini mengingat belum lama penggalangan dana telah dilakukan untuk bencana banjir bandang yang terjadi di Jember.

Begitu juga di Malang, PC KMHDI Malang menggalang dana dengan berjualan buku dan menghimpun dana dari mahasiswa. Sedangkan di PC KMHDI Surabaya bekerja sama dengan banjar dan menggalang dana saat seminar Anti Pornoaksi dan Pornografi yang dilakukan 11 Juni 2006 lalu. Sehari sebelumnya, PD KMHDI NTB bekerja sama dengan Parisada Mataram melakukan doa bersama dengan pelbagai komponen Hindu dan melakukan penggalangan dana bertempat di Pura Segara Kecamatan Ampenan Kodya Mataram.

PD KMHDI Jawa Barat melakukan penggalangan bantuan bergabung dengan FKPI (KMHDI, PMKRI, GMKI, PMII, GMNI, IPNU, dan IPPNU). Penggalangan dana untuk gempa Yogya dan Jateng dilaksanakan di Jalan Hj. Ir. Juanda (Dago). Kesepakatan bersama bantuan disalurkan melalui bagian keuangan Kompas Jawa Barat. Begitu juga di Bali, KMHDI Bali bersama ormas di Bali antara lain Garda Bangsa, PMII, PMKRI mengadakan pengumpulan dana selama dua hari di sekitar Jalan di Wilayah Denpasar. Kegiatan tersebut bertema “DOA BERSAMA UNTUK YOGYA”. Penyerahan bantuan berupa barang diserahkan melalui Dinas Sosial dan Kesejahteraan Propinsi Bali. Di Palu, Sulewesi Tengah aksi penggalangan dilakukan di seputaran Jalan Juanda, bundaran Hasanudin, dan ke pusat-pusat shopping seperti BNS Buminyiur, Palu Mitra Utama. Selain itu juga penggalangan bantuan dilakukan di Pura bertepatan dengan umat yang kerja bakti. Sedangkan di Palangkaraya, PD Kalimantan Tengah menyisihkan sebagian dananya untuk Yogya dan Jawa Tengah.

Sedangkan di Lampung, aksi Peduli Yogya dan Jawa Tengah diawali saat Dharma Santi bersama mahasiswa Hindu Lampung yang dilaksanakan oleh PD KMHDI Lampung, PC KMHDI Bandar Lampung, UKM Hindu Unila, dan UKM STAH Dharma Nusantara Lampung tanggal 28 Mei 2006. Dalam Dharma Santi tersebut juga diadakan doa bersama yang dipimpin oleh Mangku Danu. Kemudian aksi tersebut dilanjutkan dengan membuka Posko bersama organisasi-organisasi di Bandar Lampung antara lain Front Mahasiswa Nasional Cabang Bandar Lampung, PMKRI, AGRA, Solidaritas Perempuan Sebay Lampung, Gerakan Arus Bawah, dan PMII Cabang Lampung. Aksi tersebut dilakukan pada tanggal 31 Mei – 4 Juni 2006 di Lampu Merah Jalur dua (di depan kampus Teknokrat). Aksi dilakukan dengan cara penggalangan dana di jalan, menyebarkan surat/famlet ke toko-toko dan masyarakat umum untuk memberikan bantuan sebagai wujud kepedulian gempa di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Dana yang terkumpul tersebut akan dibagi dengan masing-masing organisasi untuk disalurkan melalui jaringan organisasi masing-masin. KMHDI Lampung menyalurkannya melalui Rekening PP KMHDI yang bekerja sama dengan Parisada Pusat.

Tidak ketinggalan dengan yang lainnya, KMHDI Sumatera Selatan menggalang bantuan bersama organisasi yang tergabung dalam Persaudaraan Antar Iman di Palembang. Sedangkan di NTT, renungan suci pun dilakukan selain penggalangan dana yang dilakukan bersama organisasi kemasyarakatan dan pemuda di NTT. Penggalangan dilakukan di kampus-kampus, instansi pemerintah dan dana disalurkan melalui Pemda NTT. Begitu juga daerah-daerah lainnya dengan pelbagai daya upaya mewujudkan kepedulian untuk Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Meski hanya Sedikit yang kita bisa berikan, namun dengan ketulusan hati dan keikhlasan besar artinya bagi mereka…swaha…

 

Berita ini telah dikirim ke Raditya
Komentar Anda